Postingan

Dear Ex-Isro …

  Hello, Al-Isro!  How’s life? Tiap liat Pak Tara nyetatus foto kalian, atau mamah kalian bikin status, rasanya saya masih Walas kalian. Kaya belum nerima aja kenyataan bahwa kita gak lagi bersama. Padahal setahun kemarin, pagi siang malam hape selalu rame notif entah dari kalian, entah dari orang tua kalian. Dari perkara Birul nanyain sekolah pake seragam apa, Sam nanya daring apa luring, sampe urusan gak penting dari Rai yang pertanyaannya suka absurd. Sementara sekarang, saya nyaris belum kenal kelas baru yang saya walikelasi, baik anak-anaknya maupun orang tuanya. Jadinya belum ada titik temu mau ngobrol apa atau bercanda apa sama kelas sekarang. Kondisi ini rasanya kaya hubungan yang dipaksa putus pas lagi sayang-sayangnya, lalu tiba-tiba dijodohin sama orang baru yang belum kenal. Statusnya sama orang baru, tapi hatinya masih sama orang lama. Aduduh …  Gini nih kalo udah putus tapi masih sayang, susah move on. Tiap liat Fachri, Davi, Otir ngumpul, bawaannya pengen motoin. Tiap li

Atomic Habits: Panduan Asik Membangun Kebiasaan Baik

Resensi Buku Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya

Review Buku Hukum Internasional by Prof. Dr. Boer Mauna

Seni Mengontrol Diri bersama Filosofi Teras by Henry Manampiring

Memahami Revolusi Arab secara lebih matang | The Arab Spring by Ahmad Sa...

Review Novel 5 Titik 1 Koma by Kamal Ihsan

Rudy Ramdani dalam antologi Syair Tanah Lahir

Puasa, Puisi, dan kompetensi Kejujuran

Resensi Buku Hijrah yang Mengubah