Khutbah Jumat - Seni Merayu Allah Swt.

Khutbah Pertama الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الْمَحَبَّةَ أَعْلَى مَقَامَاتِ الْعِبَادَةِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah, Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan kita, memberi kita hidup, memberi kita iman, dan memberi kita kesempatan untuk mendekat kepada-Nya. Salawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarganya, para sahabatnya, serta kepada kita semua yang berusaha mengikuti jejak langkah beliau hingga akhir zaman. Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, Dalam perjalanan kita sebagai seorang hamba menuju Allah, seringkali kita terjebak dalam dua cara berpikir yang berbeda dalam beribadah. Ada orang yang beribadah seperti s...

Review Novel 5 Titik 1 Koma by Kamal Ihsan

Muhammad Kamal Ihsan mengukuhkan identitas kepenulisannya dengan novel pembangun jiwa berjudul "Lima Titik Satu Koma". Novel ini punya potensi cerita yang menarik, namun sayangnya kurang greget dalam ekseskusi. Setelah khatam membaca novel ini, saya teringat dua hal: pertama bahwa karya sastra yang dijadikan media untuk dakwah punya resiko untuk menjadi perpaduan yang bagus, atau justru ada unsur yang terlupakan dari salah satu aspeknya, unsur sastranya atau unsur dakwahnya. Kedua, saya menyadari bahwa novel ini bukanlah novel satu dari sejenis, mengingat ada banyak novel pendahulunya yang berkiprah di genre serupa, di mana gambaran muslim/muslimah dihadirkan dalam sosok-sosok yang too good to be true. Faktanya, pasar untuk genre ini memang ada.

Tonton ulasan lengkapnya di: 

Komentar