Ritme Sunyi
aku hanya rindu, tak lebih.
setiap malam, gelap jatuh di pelupuk waktu
perjalanan musim tak hentinya memutar harapan, doa, dan kenyataan
segala cerita berpusara pada satu puisi
pencumbu bulan beberapa malam terakhir
di sudut kota antah nama
istriku memasak satu lusin kata
disuguhkannya pada satu hutan filsafat
ada namamu di sana melekat
salat menjelma penulis jejak
kehidupan pun harus kita putar serumit mungkin
karena satu roman telah menunggu kita menjadi tokohnya
kerinduan hanyalah kesabaran
karena kotaku bukan akhir dari segala dunia


Komentar
Posting Komentar