Turats: Mengungkit Masa Lalu, Menerka Masa Depan

Kegiatan saya di hari Minggu malam ini adalah mengikuti Webinar Sejarah Perkembangan Karya Intelektual (turats) Islam di Nusantara yang diadakan Kampus Sanad. Webinar ini dinarasumberi oleh Ahmad Ginanjar Sya'ban, atau dulu saya 'diajari' untuk memanggilnya dengan nama Kang Aceng. Beliau seorang dosen, peneliti, filolog, seorang pro yang nampaknya sudah tertasbih sebagai seseorang yang tidak lengkap kita membicarakan turats nusantara jika tanpa kehadirannya.  Webinar ini dimulai pada pukul 19.15 sampai 20.30-an lebih sedikit. Dalam durasi yang singkat itu, ada banyak uraian panjang yang saya kira bisa menjadi bab-bab tersendiri sebagai materi webinar tersendiri. Bayangkan, yang kita bicarakan adalah sejarah panjang dunia manuskrip dari abad entah kapan (dalam kenusantaraan mungkin dari abad 16 atau 17-an) sampai masa kini, dengan berbagai dinamikanya tidak mungkin bisa dibahas paripurna dalam waktu satu jam. Tapi sebagai memoar, izinkan saya mencatat apa yang saya tangkap d

Hakikat Ilmu Kalam #1

Hakikat Ilmu Kalam dapat dikategorikan dalam tiga aspek :

  1. Ilmu, sebuah hasil interpretasi pemikiran yang beragam dan memiliki banyak kemungkinan dalam setiap sudut pandang. Perbedaan ini terjadi karena dilatarbelakangi oleh suatu hal, misalnya karena latar pendidikan, peran seorang tokoh,  bahkan dipengaruhi pula oleh unsur politik yang berkembangan di suatu masa.
  2. Akidah, memiliki objek kajian mengenai keyakinan tentang tiga hal : kehidupan setelah mati (akhirat), perantara manusia dengan Tuhan (malaikat dan rasul), dan hubungan manusia dengan Tuhan (mabda).
  3. Argumentasi, terbagi menjadi dua arah : aqli (logika) dan naqli (Alquran dan Hadits). Meskipun aqli memiliki kemungkinan dalam kesalahan dalam memahami agama, namun kebenarannya dapat memperkuat kehadiran naqli.
note : Iman yang dimiliki takkan melunturkan logika. begitupun sebaliknya, logika yang dimiliki takkan melunturkan iman.

Komentar