Khutbah Jumat - Memaknai Sifat Adil dalam Kehidupan Sehari-hari

Khutbah Pertama وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا. وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا   Hadirin jamaah jumat rahimakumullah. Ada satu sifat yang sering kita dengar, dan mungkin sering juga kita ucapkan dalam doa dan rutinitas ibadah kita, yaitu kata “adil”. Sifat adil adalah sifat fundamental yang dalam banyak konteks punya peran penting, bahkan punya kekuatan hukum. Dalam fikih pernikahan misalnya, para ulama khususnya mazhab Syafi’i mensyaratkan bahwa saksi akad nikah harus merupakan seseorang yang adil. Di sana dibahas bahwa kriteria saksi yang adil itu adalah seorang Muslim yang baligh, berakal, dan terjaga kehormatannya dari sifat fasik. Karena itu, saksi yang disebut “adil” dalam fikih nikah bukan hanya orang yang hadir melihat akad, tetapi orang yang terjaga perilakunya dan dapat dipercaya ucapan dan kesaksiannya karena inte...

Hakikat Ilmu Kalam #1

Hakikat Ilmu Kalam dapat dikategorikan dalam tiga aspek :

  1. Ilmu, sebuah hasil interpretasi pemikiran yang beragam dan memiliki banyak kemungkinan dalam setiap sudut pandang. Perbedaan ini terjadi karena dilatarbelakangi oleh suatu hal, misalnya karena latar pendidikan, peran seorang tokoh,  bahkan dipengaruhi pula oleh unsur politik yang berkembangan di suatu masa.
  2. Akidah, memiliki objek kajian mengenai keyakinan tentang tiga hal : kehidupan setelah mati (akhirat), perantara manusia dengan Tuhan (malaikat dan rasul), dan hubungan manusia dengan Tuhan (mabda).
  3. Argumentasi, terbagi menjadi dua arah : aqli (logika) dan naqli (Alquran dan Hadits). Meskipun aqli memiliki kemungkinan dalam kesalahan dalam memahami agama, namun kebenarannya dapat memperkuat kehadiran naqli.
note : Iman yang dimiliki takkan melunturkan logika. begitupun sebaliknya, logika yang dimiliki takkan melunturkan iman.

Komentar