Perbincangan Culture Shock di Amerika

  Beberapa minggu lalu, saya ketemu Pak Marpu di pesantrennya. Pak Marpu adalah guru pertama yang ngajarin saya Fikih sewaktu kelas satu MTs dulu. Salah satu yang kita obrolin waktu ketemu itu adalah soal bagaimana saya melihat sekaligus menyikapi Amerika yang dulu saya ekspektasikan, dengan Amerika yang saat ini saya alami. Tentu saja ada gap di antara keduanya, sesiap apapun mental dan fisik kita menghadapi kehidupan Amerika yang sudah sedikit banyak bisa diketahui dari media. Saya kaget bahwa di DC orang bisa ngeganja dengan bebas. Orang ngelinting di bis, di kereta, atau di taman adalah hal yang sering saya temui. Di New York, perempuan bisa bebas bertelanjang dada, juga berjemur di rerumputan Central Park hanya dengan  two piece  layaknya di pantai. Sajian  wine  di acara resmi, orang ke klub seks, orang tidak beragama, orang menikah sesama jenis, adalah list  culture shock  yang sebenarnya tidak perlu dikagetkan lagi kalo bicara Amerika, toh hal-hal itu sudah banyak ternarasikan

Karakteristik Ajaran Agama 1

Yusuf Qardhawi dalam bukunya "khasaais al-ammah lil al-islamiyah" menyebutkan ada tujuh karakteristik umum :
1. Robbaniyyah (Ketuhanan)

  1. Islam bersumber dari Allah, bukan manusia. 
  2. Nabi hanya sebagai wahyu, dan yang diucapkannya termasuk wahyu (QS. An-Najm :3-4). 
  3. Ajaran islam terjamin kemurniannya (QS. Al-Hijr :9). 
  4. Seorang muslim harus mengakui Allah sebagai Tuhannya, dengan segala konsekuensinya, yaitu mengabdi kepada-Nya sehingga menjadi makhluk yang rabbani
2. Insaniyyah (Kemanusiaan)

  1. Islam adalah agama yang diturunkan untuk manusia. Maka, islamlah yang cocok bagi fitrah manusia
  2. Tidak ada ajaran islam yang bertentangan dengan jiwa manusia
  3. Secara fitrah, manusia punya kecenderungan untuk cinta duniawi. Islam tidak melarang, namun mengarahkan (QS. Al-Qashash : 77)
3. Sumuliyah (Komprehensif)

  1. Islam merupakan agama dengan ajaran yang lengkap
  2. Kelengkapannya nampak dalam segala aspek kehidupan, mulai dari urusan pribadi, sampai pada urusan berbangsa dan bernegara
  3. Kekomprehensifan islam dari segi ajaran yang mudah diamalkan
  4. Segala persoalan ada petunjuknya dalam islam (An-Nahl :89)
4. Waqiiyah (Realistis)

  1. Menunjukkan bahwa islam adalah agama yang dapat diamalkan oleh manusia
  2. Dapat diamalkan manusia meskipun berbeda latar belakang ras, suku, usia, pendidikan, dll.
  3. Islam tidak bertentangan dengan realitas perkembangan zaman. Bahkan mampu mengatasi dampak negatif dari kemajuan zaman
5. Washathiyyah (Pertengahan)

  1. Manusia butuh konsep agama yang seimbang
  2. Islam punya konsep bahwa Tuhan itu ada, namun adanya tidak bisa dilihat dengan mata kepala
  3. Keberadaan Tuhan dapat dibuktikan dengan alam semesta yang konkrit. Itu artinya, konsep tuhan merupakan konsep yang seimbang
6. Wuduh (Jelas)

  1. Islam tidak membuat manusia menjadi bingung dalam mengamalkan ajarannya
  2. Dalam konsep akidah, konsep islam begitu jelas sehingga dengan akidah yang mantap, manusia menjadi terikat pada ketentuan-ketentuan Allah dan Rasul-Nya
  3. Konsep syariah dan hukumnya jelas, sehingga manusia dapat melaksanakan peribadahan dengan baik dan tahu mana yang hak dan batil, apalagi telah dicontohkan oleh Rasul
7. Al-Jam'u baina tsabat wa al-muruunah (Gabungan antara yang mutlak dan fleksibel)

  1. Dalam islam tergabung antara yang permanen dan yang fleksibel
  2. Yang permanen adalah yang tidak bisa diganggu gugat, seperti salat lima waktu. Namun dalam pelaksanaannya fleksibel, seperti salatnya orang yang sakit
  3. Secara prinsip, islam tidak akan mengalami perubahan. Namun, dalam pelaksanaannya bisa saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Kebenaran islam mutlak, namun teknisnya fleksibel.


Komentar