Karakteristik Ajaran Agama 1
Yusuf Qardhawi dalam bukunya "khasaais al-ammah lil al-islamiyah" menyebutkan ada tujuh karakteristik umum :
1. Robbaniyyah (Ketuhanan)
1. Robbaniyyah (Ketuhanan)
- Islam bersumber dari Allah, bukan manusia.
- Nabi hanya sebagai wahyu, dan yang diucapkannya termasuk wahyu (QS. An-Najm :3-4).
- Ajaran islam terjamin kemurniannya (QS. Al-Hijr :9).
- Seorang muslim harus mengakui Allah sebagai Tuhannya, dengan segala konsekuensinya, yaitu mengabdi kepada-Nya sehingga menjadi makhluk yang rabbani
- Islam adalah agama yang diturunkan untuk manusia. Maka, islamlah yang cocok bagi fitrah manusia
- Tidak ada ajaran islam yang bertentangan dengan jiwa manusia
- Secara fitrah, manusia punya kecenderungan untuk cinta duniawi. Islam tidak melarang, namun mengarahkan (QS. Al-Qashash : 77)
- Islam merupakan agama dengan ajaran yang lengkap
- Kelengkapannya nampak dalam segala aspek kehidupan, mulai dari urusan pribadi, sampai pada urusan berbangsa dan bernegara
- Kekomprehensifan islam dari segi ajaran yang mudah diamalkan
- Segala persoalan ada petunjuknya dalam islam (An-Nahl :89)
- Menunjukkan bahwa islam adalah agama yang dapat diamalkan oleh manusia
- Dapat diamalkan manusia meskipun berbeda latar belakang ras, suku, usia, pendidikan, dll.
- Islam tidak bertentangan dengan realitas perkembangan zaman. Bahkan mampu mengatasi dampak negatif dari kemajuan zaman
- Manusia butuh konsep agama yang seimbang
- Islam punya konsep bahwa Tuhan itu ada, namun adanya tidak bisa dilihat dengan mata kepala
- Keberadaan Tuhan dapat dibuktikan dengan alam semesta yang konkrit. Itu artinya, konsep tuhan merupakan konsep yang seimbang
- Islam tidak membuat manusia menjadi bingung dalam mengamalkan ajarannya
- Dalam konsep akidah, konsep islam begitu jelas sehingga dengan akidah yang mantap, manusia menjadi terikat pada ketentuan-ketentuan Allah dan Rasul-Nya
- Konsep syariah dan hukumnya jelas, sehingga manusia dapat melaksanakan peribadahan dengan baik dan tahu mana yang hak dan batil, apalagi telah dicontohkan oleh Rasul
- Dalam islam tergabung antara yang permanen dan yang fleksibel
- Yang permanen adalah yang tidak bisa diganggu gugat, seperti salat lima waktu. Namun dalam pelaksanaannya fleksibel, seperti salatnya orang yang sakit
- Secara prinsip, islam tidak akan mengalami perubahan. Namun, dalam pelaksanaannya bisa saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Kebenaran islam mutlak, namun teknisnya fleksibel.


Komentar
Posting Komentar