Perbincangan Culture Shock di Amerika

  Beberapa minggu lalu, saya ketemu Pak Marpu di pesantrennya. Pak Marpu adalah guru pertama yang ngajarin saya Fikih sewaktu kelas satu MTs dulu. Salah satu yang kita obrolin waktu ketemu itu adalah soal bagaimana saya melihat sekaligus menyikapi Amerika yang dulu saya ekspektasikan, dengan Amerika yang saat ini saya alami. Tentu saja ada gap di antara keduanya, sesiap apapun mental dan fisik kita menghadapi kehidupan Amerika yang sudah sedikit banyak bisa diketahui dari media. Saya kaget bahwa di DC orang bisa ngeganja dengan bebas. Orang ngelinting di bis, di kereta, atau di taman adalah hal yang sering saya temui. Di New York, perempuan bisa bebas bertelanjang dada, juga berjemur di rerumputan Central Park hanya dengan  two piece  layaknya di pantai. Sajian  wine  di acara resmi, orang ke klub seks, orang tidak beragama, orang menikah sesama jenis, adalah list  culture shock  yang sebenarnya tidak perlu dikagetkan lagi kalo bicara Amerika, toh hal-hal itu sudah banyak ternarasikan

Karakteristik Ajaran Agama 2


1. Bidang Agama
  • Karakteristik dalam bidang agama mengakui adanya universalisme, yakni mengajarkan kepercayaan kepada Tuhan dan hari akhir, menyuruh berbuat baik, mengajak kepada keselamatan;
  • Islam agama yang bersifat toleran, pemaaf, tidak memaksakan, dan saling menghargai
  • Karakteristik ajaran Islam dalam bidang Akidah adalah bahwa akidah Islam ini bersifat murni baik dalam isi maupun prosesnya

2. Bidang Ibadah
  • Dalam masalah ibadah manusia tidak perlu ada campur tangan, melainkan sudah hak otoritas Tuhan.
  • Inilah makna berserah diri, tunduk, patuh guna mendapatkan kedamaian dan keselamatan

3. Bidang Pendidikan
  • Islam memiliki rumusan pendidikan yang jelas, baik dalam tujuan, materi, metode, dan yang lainnya;
  • Proses pendidikan dalam Islam disesuaikan dengan karaktersitik dan tingkat perkembangan peserta didik; agar pendidikan tidak membosankan

4. Bidang sosiologis
  • Islam menjunjung tinggi tolong menolong, saling memberikan nasihat, setia kawan, egaliter (kesamaan derajat) dan lain-lain;
  • Islam adalah agama yang lebih banyak menekankan apsek mua’malah (sosial) ketimbang aspek ibadah; bahkan ibadah yang dilakukan secara bersama-sama nilainya lebih besar daripada sendirians

5. Bidang kesehatan
  • Karakteristik ajaran Islam dalam bidang kesehatan dapat dilihat dari prinsipnya “al-wiqayah khairun min al-ilaj”
  • Islam menekankan pada aspek kebersihan lahir dan batin;

6. Bidang politik
  • Islam tidak menekankan bentuk pemerintahan, maka setiap negara berhak menentukan bentuk pemerintahannya sesuai degan “kehendak”nya;
  • Pemerintahan dalam Islam yang peting dijadikan sebagai media untuk menegakkan keadilan, kemakmuran, kesejahteraan, keamanan, kedamaian dan ketenteraman masyarakat.

7. Bidang bekerja
  • Islam memerintahkan agar hidup memiliki keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat;
  • Kehidupan dunia dikerjakan dalam rangka mengejar kehidupan akhirat, dan kehidupan akhirat dicapan dengan kehidupan dunia;
  • Islam menolak memisahkan antara kehidupan dunia dan akhirat;
  • Bekerja dalam agama Islam bernilai ibadah dan termasuk “Jihad fi sabilillah”
  • Kerja yang dikehendaki Islam adalah kerja yang berkualitas, terarah pada pengabdian kepada Allah, bermanfaat bagi orang lain;

Komentar