Satir Kejuaraan dan Nishfu Syaban

Kemarin malam adalah malam Nishfu Syaban, alias pertengahan bulan Syaban dalam hitungan kalender hijriah. Katanya, di malam itulah buku amal kita disetorkan setiap tahunnya. Karenanya tak heran banyak orang saling meminta maaf dan memperbanyak berbuat baik menjelang malam itu, supaya tutup bukunya bagus. Saya tidak akan bercerita apa itu Nishfu Syaban atau ada hikmah apa di balik malam itu. Tapi saya ingin cerita satu ingatan yang pernah terjadi di malam Nishfu Syaban tahun 2011 lalu. Waktu itu saya masih siswa SMA kelas 11 yang sedang ikut lomba Khutbah Jumat di Bekasi. Ceritanya saya jadi delegasi Jawa Barat untuk cabang lomba Khutbah Jumat tingkat SMA dalam helatan Pekan Kreativitas dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat Nasional. Dari 32 peserta dari provinsi yang berbeda-beda, saya dapat juara 1. Lumayan lah ya, pernah bisa khutbah pada masanya. Tentu saja saya senang, karena ini pertama kalinya dan sampai sekarang masih menjadi satu-satunya pengalaman menjuarai ting

Perkembangan Studi Islam di Indonesia

  1. Perkembangan studi Islam di Indonesia dapat digambarkan demikian. Sistem pendidikan islam di Indonesia mulai dari sistem pendidikan langgar,  kemudian sistem pesantren, kemudian berlanjut dengan sistem pendidikan di kerajaan-kerajaan Islam, akhirnya muncul sistem kelas.
  2. Maksud pendidikan dengan sistem langgar adalah pendidikan yang dijalankan di langgar, surau, masjid atau di rumah guru. Kurikulumnya pun bersifat elementer, yakni mempelajari abjad huruf arab.
  3. Dengan sistem ini dikelola oleh ‘alim, mudin, lebai. Mereka ini umumnya berfungsi sebagai guru agama atau sekaligus menjadi tukang baca doa. Pengajaran dengan sistem langgar dilakukan dengan dua cara. Pertama, dengan sorogan, yakni seorang murid berhadapan secara langsung dengan guru dan bersifat perorangan. Kedua, adalah dengan cara halaqah, yakni guru dikelilingi oleh murid-murid.
  4. Adapun sistem pendidikan di pesantren, seorang kiai mengajari santri dengan sarana masjid sebagai tempat pengajaran / pendidikan dan didukung oleh pondok sebagai tempat tinggal santri.
  5. Di pesantren juga berjalan dua cara yakni sorogan dan halaqah. Hanya saja sorongan di pesantren biasanya dengan cara santri yang membaca kitab sementara kiai mendengar sekaligus mengoreksi jika ada kesalahan.
  6. Sistem pengajaran berikutnya adalah pendidikan dikerajaan-kerajaan Islam, yang dimulai dari kerajaan Samudera Pasai di Aceh.  Adapun materi yang diajarkan di majlis ta’limdan halaqah di kerajaan pasai adalah fiqh mazhab al-Syafi’i

Komentar