Perbincangan Culture Shock di Amerika

  Beberapa minggu lalu, saya ketemu Pak Marpu di pesantrennya. Pak Marpu adalah guru pertama yang ngajarin saya Fikih sewaktu kelas satu MTs dulu. Salah satu yang kita obrolin waktu ketemu itu adalah soal bagaimana saya melihat sekaligus menyikapi Amerika yang dulu saya ekspektasikan, dengan Amerika yang saat ini saya alami. Tentu saja ada gap di antara keduanya, sesiap apapun mental dan fisik kita menghadapi kehidupan Amerika yang sudah sedikit banyak bisa diketahui dari media. Saya kaget bahwa di DC orang bisa ngeganja dengan bebas. Orang ngelinting di bis, di kereta, atau di taman adalah hal yang sering saya temui. Di New York, perempuan bisa bebas bertelanjang dada, juga berjemur di rerumputan Central Park hanya dengan  two piece  layaknya di pantai. Sajian  wine  di acara resmi, orang ke klub seks, orang tidak beragama, orang menikah sesama jenis, adalah list  culture shock  yang sebenarnya tidak perlu dikagetkan lagi kalo bicara Amerika, toh hal-hal itu sudah banyak ternarasikan

Apakah Gaji Temus Cukup Untuk Modal Nikah?


Di salah satu kumpulan anak-anak Informatika, beberapa tahun lalu, pernah ada usul untuk mengangkat satu pertanyaan kenapa Masisir yang setelah lulus kuliah dan dapet gelas Lc pada cepet nikah. Lulus, pulang, nikah. Ada juga yang lulus, putus dulu sama yang di Mesir, pulang, nikah sama yang lain. Yang kedua itu yang paling sering.

Nikah setelah Lc adalah paradigma yang biasa. Yang menarik dibahas adalah menikah setelah dapet Temus Haji. Tenaga enerjik mahasiswa untuk syariah, atau tenaga musiman, adalah programnya Kemenag RI yang merekrut mahasiswa Indonesia yang tengah studi di Timur Tengah untuk jadi petugas pembantu saat musim haji di Saudi Arabia. Jadi Temuser adalah impian bagi banyak mahasiswa Indonesia di Timur Tengah, karena selain bisa menyempurnakan rukun Islam, bisa jadi khadim-nya tamu Allah, Temuser juga dapat gaji yang katanya, cukup buat modal nikah. Emangnya berapa sih gaji Temus itu? Beneran cukup buat modal nikah?

Pertama, mari kita cari tahu berapa gaji Temus. Berdasarkan penuturan beberapa sumber Temuser, gaji mereka adalah Rp700k-an per hari. Kurang lebihnya kita pukul rata segitu ya. Masa kerja selama musim haji berbeda berdasarkan penempatan kerja. Daerah kerja (Daker) Mekah punya masa kerja 60 hari (padahal, katanya, tanda tangan gajinya mah 61 hari, tapi gajinya cuma 60 hari. Seharinya ke mana ya? Apakah Pak Eko tau?), sementara Daker Madinah dan Jeddah selama 73 hari.

Daker Mekah: Rp700k x 60 hari = Rp42,000,000 (Empat puluh dua juta rupiah saja)
Daker Madinah & Jeddah: Rp700k x 73 hari = Rp51,100,000 (Lima puluh satu juta seratus ribu) 

Kedua, pastikan kamu punya pasangan. Percuma udah Lc., udah punya gaji Temus, tapi gak ada pasangannya. Konon katanya, banyak Temuser yang ingin bertugas di lapangan supaya bisa ketemu banyak jamaah emak-emak atau bapak-bapak berumur. Dari awalnya bantuin mereka naik bis, atau nganterin pulang emak-emak yang tersesat, tak jarang pula emak-emak itu nawarin cucunya, atau anak gadisnya.

Ketiga, mari kita buat kalkulasi besaran biaya nikah berdasarkan usaha wedding organizer yang saya ketahui.

1. Rukun Resepsi

Saya menyebutnya rukun untuk beberapa hal yang sudah seharusnya ada dan wajib ada dalam resepsi pernikahan, yang membutuhkan biaya. Antara lain birokrasi ke KUA (Rp600,000. Katanya sih aslinya cuma 45 rebu, tapi gak tau kenapa pada bayarnya segitu. Pas mantan nikah juga segitu, katanya), nyiapin berkas (foto kopi, pas foto, dkk.) (Rp100,000), tes kesehatan (Rp100,000), mahar buat calon istri (pukul rata dengan emas 10 gram. 1 gram = Rp576,000 x 10 = Rp5,760,000).

Rukun: Rp600k + Rp100k + Rp100k + Rp5.760k = Rp6,560,000


2. Biaya Gedung

Kalau nikahnya di kampung, mungkin tidak butuh biaya gedung. Karena resepsi biasanya dilangsungkan di rumah mempelai wanita. Tapi jika kamu tinggalnya di perumahan padat penduduk, di mana parkir mobil aja harus gantian dengan tetangga, mau gak mau kamu pasti butuh gedung. Di Purwakarta, harga sewa gedung berada di kisaran 2-5 jutaan. Bisa gedung sekolah, aula kampus, GOR badminton, atau gedung serba guna. Kalau hajatnya mau di ballroom hotel, tentu akan lain lagi harganya. Di kota lain mungkin nilainya bisa lebih mahal dari itu, atau justru lebih murah.

Gedung: Rp5,000,000

3. Dekorasi & Pelaminan

Di setiap wedding organizer biasanya punya harga yang bervariasi berdasarkan paket-paket yang ditawarkan. Misalnya, ada harga satuan untuk sewa tenda saja, kursi saja, sound system saja, atau bisa juga paketan. Paket tenda+kursi+panggung+pelaminan, paket peralatan sekaligus baju pengantin dan make up-nya, atau paket lengkap termasuk dangdut dan goyangannya yang bikin penonton tawuran. Pada umunya, harga paket lengkap berada di kisaran 25-30 jutaan, tergantung jenis pelaminan, berapa banyak warna kain dekorasi tendanya, kursinya pake kain penutup atau enggak, bunganya asli atau plastik, pake photo booth atau enggak, dsb.

Biasanya sih, baju pengantin itu misah harga. Apalagi kalo bajunya banyak, termasuk nyiapin seragam buat pagar bagus dan pagar ayu. Mungkin biayanya harus ditambah.

Dekorasi & Pelaminan: Rp25,000,000


4. Catering 

Makanan di hajatan nikah gak mungkin cuma satu lauk kan, jadi pasti butuh modal yang lumayan, bahkan bisa lebih mahal dibanding biaya dekorasi. Kalau hidangan makanannya gagal enak, siap-siap aja jadi omongan abadi para tetangga. 

Porsi makanan biasanya harus disiapkan sebanyak dua kali lipat dari jumlah undangan yang disebar. Jika kamu ngundang 500 orang, berarti harus nyiapin porsi makan buat 1000 orang. Mungkin aja kan mereka datang dengan pasangannya, atau keluarganya. Ini baru undangan, belum termasuk tamu di luar list undangan. Misalnya temen angkatan sekolah, angkatan kuliah, murid-murid sekolahan, gerombolan santri yang datang tanpa amplop, dan sebagainya. Beberapa bulan lalu, keluarga saya ada yang nikahan dengan jumlah tamu kisaran 1000-1500 orang. Ternyata budget yang butuhkan untuk makanan berada di kisaran 35-40 jutaan. Budget itu untuk menu makan utama, buah-buahan, kue-kuean, dan ngeborong tukang es krim dan somay biar buka stand. 

Catering: Rp35,000,000

5. Undangan & Souvenir

Undangan tuh kaya sepele tapi lumayan makan biaya cuy. Jika satu undangan harganya Rp4k x 500 undangan = Rp2,000k. Undangan ini bisa disiasati supaya tidak banyak makan biaya. Kamu cukup bikin undangan cetak untuk orang-orang tertentu saja, seperti tokoh masyarakat, guru-guru, dan sebagainya. Kalau temen-temen mah, japri aja pake whatsapp. Bikin pamflet, sebar di grup-grup. Jangan nyebar di grup bagasi, nanti kamu di-kick admin. Desain undangannya nyuruh aja ke si Fathul, kasih 200 pon sama traktir makan di Dapurindo juga mau dia. Trust me!

Untuk souvenir, kalau mau murah cukup permen kiss aja dihekter ke kartu ucapan terima kasih. Atau biar ada nuansa Mesir-Mesirnya, beli aja gantungan 2 pon-an di Khan Khalili. Borongan pasti lebih murah. Gantungan unta, piramid, dan firaun juga gak apa-apa. Budget 1000 pon udah dapet banyak tuh. Anggap aja biaya souvenir Khan Khalili dan ongkir bagasi Cairo-Jakarta habis Rp2,000k.

Mau antimainstream? Souvenirnya pake hagar. 1 gram aja per tamu. Belinya di Bos Chika. beli banyak pasti dapet diskon.  

Undangan & Souvenir: Rp2,000k + Rp2,000k = Rp4,000,000



6. Dokumentasi

Tim dokumentasi buat pernikahan gak boleh sembarangan, karena ini momen sekali seumur hidup. Sekali buat cewek, kalau buat kita mah kan bisa empat kali huahahaha..... Dokumentasi yang bagus diperlukan, karena momen pernikahan kurang afdol kalau hanya didokumentasikan dalam foto selfie atau foto hape doang. Dokumentasi ini hanya hari H aja ya, bukan termasuk pre atau post-wedding. Meskipun temen kamu fotografer semua, mereka tetep harus dibayar kan? Biasanya jasa fotografi ada di kisaran 3-8 jutaan.

Dokumentasi standar: Rp4,000,000

7. Lain-lain

Biaya lain-lain adalah biaya yang harus disiapkan buat perangkat-perangkat penunjang acara pernikahan. Misalnya buat transportasi, sewa mobil, bayar hansip yang ngatur lantas, MC, pembaca Alquran, dan sebagainya.

Biaya tak terdugdag: Rp5,000,000

Mari kita total:
- Rukun: Rp6,560k
- Gedung: Rp5,000k
- Dekorasi & Pelaminan: Rp25,000k
- Catering: Rp35,000k
- Undangan & Souvenir: Rp4,000k
- Dokumentasi: Rp4,000k
- Biaya tak terdugdag: Rp5,000k

Total: Rp84,560,000 (Delapan puluh empat juta lima ratus enam puluh ribu rupiah saja)


Nah, segitu nih besarnya dana realistis yang harus disiapkan ketika akan menikah. Harga itu relatif menengah ya, nggak mewah tapi nggak sederhana banget juga. Bisa nggak lebih murah lagi? Oh tentu bisa. Semua tergantung jumlah tamu, gedung dan juga kualitas makanan yang terhidang. Mau lebih hemat lagi? Nikahlah dengan dengan calon yang punya WO, punya gedung, punya salon tata rias, atau punya perlengkapan pesta. Kalau di KPMJB mah ada si Roda, nikahin dia aja. Ganteng dan bisa main gitar kok. Jadi pas nikahan selain gak usah sewa peralatan, dia juga siap sekalian ngisi hiburannya.

Selanjutnya kamu akan dapet amplop dari tamu undangan. Besaran amplop ini memang bergantung pada seberapa berpengaruh bapak kamu di mata sosialnya. Kalo temen-temennya bapak adalah bupati, anggota DPR, kapolsek, atau petinggi partai, pastinya lumayan. Kalau biasa-biasa saja, amplopnya juga biasa-biasa saja. Pas nikahan sodara saya itu, hasil amplop dapet kisaran 40 jutaan. Lumayan buat nutup biaya catering, kan?

Sekarang si 84 juta itu kita kurangi 40 juta (prediksi amplop) jadi 44 jutaan. Kalau gaji Temus adalah 42 juta, berarti cukup. Tambah-tambahin dikit lah sama tabungan nikah sebelum dapet Temus, suntikan dana dari keluarga, sama tambahan dana dari hasil jualan kaukah, hagar gahannam, atau papirus ke jamaah haji.

Masalahnya, sebelum masuk ke prosesi bayar-bayar resepsi, gaji Temus itu harus dipotong dulu buat aneka infak, alias iuran faksa. Buat Temus Mesir, iuran itu terdiri dari:
  1. Iuran Wajib: Untuk PPMI EGP 1,300, untuk Komite Temus EGP 350.
  2. Pembayaran: Seragam Temus EGP 150, Transportasi Keberangkatan EGP 100, Tiket PP Cairo-Madinah/Jeddah EGP 8,000.
  3. Kekeluargaan: di KPMJB bayarnya 550$ (setara EGP 9,790)

EGP 1,300 + 350 + 150 + 100 + 8,000 + 9,790 = EGP 19,690 (Sembilan belas ribu enam ratus sembilan puluh Egyptian Pound saja) atau setara Rp16,288,000 (Enam belas juta dua ratus delapan puluh delapan ribu rupiah saja)

Biaya tersebut belum termasuk biaya traktir temen pas balik lagi ke Mesir, bayar hutang yang udah mencapai nishab, beli oleh-oleh buat temen sealmamater (biasanya kurma ajwa, parfum yang merk-nya itu-itu aja, kacang-kacangan dari athoroh, sama air zam-zam), beli oleh-oleh buat keluarga di Indonesia, dsb. Perlu juga ditambahkan biaya hidup selama masa kerja. Meskipun makan dan tempat tinggal tersedia, pastinya Temuser ini ngalamin makan ayam di Albeik, nyobain Bakso Mang Udin, nyobain Starbuck Mekah, dsb. Kita hitung kasar aja, biaya oleh-oleh dan biaya hidup selama tugas sekitar 300$ (setara Rp4,446,000)

Potongan Wajib: Rp16,288k + Rp4,446k = Rp20,734,000 (Dua puluh juta tjuh ratus tiga puluh empat ribu rupiah saja)

Saldo akhir gaji Temus kamu:
Temuser Mekah: Rp42,000,000 - Rp20,734,000 = Rp21,266,000 (Dua puluh satu juta dua ratus enam puluh enam ribu rupiah saja)
Temuser Madinah & Jeddah: Rp51,100,000 - Rp20,734,000 = Rp30,366,000 (Tiga puluh juta tiga ratus enam puluh enam rupiah saja)

Untuk Temuser Madinah & Jeddah mungkin saldonya akan berbeda, karena setahu saya, iuran paksa untuk PPMI dan Kekeluargaannya juga beda. Pun semua nominal di atas juga pasti berubah-ubah, karena perbedaan kurs nilai tukar US Dollar - IDR Rupiah - EGY Pound.

Duh...duh... angka-angka ini memang terlihat lumayan mengerikan buat kita-kita yang masih selalu membutuhkan beasiswa beras dari Baba Ragab. Tapi perlu diingat, yang namanya nikah mah gak ditanggung sendirian, kan? Calon pasangan kamu juga pastinya harus ikut patungan buat nyiapin dana resepsi. Anggap aja angka-angka di atas dibagi dua, ya.

Sebenarnya ada banyak alternatif lain untuk mengalokasikan gaji Temus selain untuk modal nikah. Ada teman saya yang menggunakan gajinya itu untuk modal bisnis. Katanya kalau bisnisnya berkembang, modal nikah akan lebih mudah tercapai. (Ternyata tujuannya tetap sama; buat nikah). Ada juga yang mengalokasikannya untuk lanjut S2 di Malaysia, itung-itung investasi pendidikan. Yang lebih uniknya, ada juga yang ingin mewujudkan mimpinya untuk membeli iPhone X yang harganya bisa memangkas 2/3 gaji Temus Mekah. Boa Eddi. 

Tapi perlu dan sangat perlu diingat, kita-kita yang mengaku beriman sama Allah haruslah yakin, rizki datangnya dari Allah. Biaya pernikahan yang sebesar apapun, di mata Allah mah gak ada apa-apanya. Meskipun tanpa Temus, banyak kok yang bisa ngadain hajatan nikah. Mewah pula. Seperti teman saya, yang kebetulan mertuanya itu juragan besar... haha..

Jadi, buat Mang Aaduy, Mang Badar, Mang Hafidz, Mang Emil, Mang Rizaldi, dan mamang-mamang Temus lainnya, dengan adanya rincian penghitungan ini, kalian mau ngasih oleh-oleh apa buat saya?

21 September 2018.


Komentar

Posting Komentar