Drama Beasiswa India

Saya tidak benci India, tapi tidak juga jatuh hati pada India. Sikap, perasaan, dan pikiran saya soal India adalah biasa saja. Kalau ada kesempatan pergi ke sana, saya akan bilang "ayo!". Kalaupun kesempatannya gak ada, saya juga gak akan ngebet mencari berbagai cara. Kondisi ini yang saya alami dalam setahun terakhir soal India. Pas tau saya dapet beasiswa S2 ke India, ya saya senang dan bilang "ayo!". Tapi pas tau ternyata cuma prank, ya udah. Biarin aja. Kok bisa? Jadi ceritanya gini. Di awal-awal baru pulang dari Cairo, 2021 lalu, saya banyak mencari informasi soal lowongan kerja dan beasiswa S2. Doanya memang gak condong ke dapet kerjaan atau dapet beasiswa, pokoknya yang mana yang nyantol duluan, berarti itu yang terbaik. Entah berapa beasiswa dan lowongan kerja yang waktu itu saya lamar, pokoknya tak terhitung. Lalu di tengah pencarian Google, nemu lah satu info tentang beasiswa S2 di India, namanya beasiswa ICCR (Indian Council for Cultural Relations). ICCR

Bagaimana Cara Belajar Bahasa Arab?




Orang belajar bahasa Arab dengan alasan yang berbeda-beda: untuk kerja (bahkan secara spesifik untuk tujuan bisnis, diplomasi dan politik, atau sekadar kerja lainnya yang tidak membutuhkan kemampuan bahasa Arab sangat mahir), untuk jalan-jalan, untuk tujuan beragama, karena alasan pernikahan atau pertemanan dengan orang Arab, atau hanya sekadar ketertarikan pribadi. Setiap motivasi dari pembelajar ini biasanya akan memengaruhi metode pembelajaran yang paling cocok untuk masing-masing tujuan.

Apapun motif yang mendorongnya, mungkin memang sebaiknya kita belajar sedikit tentang bahasa Arab di rumah sebelum berkomitmen pada studi yang lebih serius. Paling tidak, ini akan memberi gambaran tentang apa yang terlibat dan memberi kita keyakinan ekstra selama tahap awal pembelajaran, apapun tujuan akhirnya nanti. 

Langkah pertama yang perlu ditentukan adalah apa yang ingin dikuasai lebih dulu, Bahasa Arab Modern (Modern Standard Arabic/MSA/Fush-ha) atau dialek sehari-hari (Colloquial Dialect/'Ammiyyah).

Meskipun ketertarikan kita terbatas pada negara Arab tertentu, opsi paling pas untuk memulainya adalah dengan mempelajari bahasa Arab klasik atau modern (MSA). MSA umumnya digunakan dalam buku-buku, koran, radio, program televisi, pidato politik, dsb.

Menggunakan MSA dalam percakapan sehari-hari akan nampak tidak familiar di telinga orang Arab sendiri, tapi setidaknya bahasa formal tersebut akan lebih mudah dipahami oleh orang-orang Arab berpendidikan, di negara Arab bagian manapun di Timur Tengah. Proses ini mungkin akan berjalan sepihak, sebab mayoritas orang Arab hampir selalu berbicara dengan bahasa 'Ammiyyah, tapi setidaknya MSA akan membantu kita menerjemahkan ide/gagasan yang hendak kita sampaikan kepada mereka, dan sedikit memaksa mereka untuk menggunakan MSA dalam berkomunikasi. Bagaimanapun, belajar MSA terlebih dahulu akan lebih mudah diadaptasikan dengan bahasa 'Ammiyyah, dibandingkan sebaliknya.

Secara umum, dialek Mesir dan Levantine/Syam (digunakan masyarakat Lebanon, Syria, Jordania dan Palestina) adalah dua dialek yang paling umum dipahami oleh masyarakat Arab. Dialek Maroko juga banyak digunakan dan dipahami di bagian ujung negara-negara Arab di barat laut Afrika. 

Jika kita berencana untuk mempelajari bahasa Arab karena ketertarikan terhadap Islam, MSA dan Arab Klasik lebih disarankan dibandingkan bahasa dialek. Tetapi MSA sendiri tidak mungkin memenuhi semua kebutuhan kita dalam memahami bahasa Alquran, sebab perlunya pengetahuan tambahan mengenai kosa kata khusus dengan terjemahan khusus.

Mempelajari Alfabet (Hijaiyah)

Sangat dianjurkan bagi siapaun untuk mempelajari huruf alfabet Arab (hijaiyah) meskipun kebutuhan kita akan bahasa Arab hanya dalam periode terbatas, seperti hanya untuk perjalanan ke Timur Tengah. Paling tidak, kita akan dapat mengenali nama tempat, tanda tujuan di bus, dan sebagainya. 

Tulisan Arab nampak menakutkan pada awalnya, dan beberapa orang mencoba untuk menghindari mempelajarinya dengan mengandalkan transliterasi kata-kata Arab. Sebagai saran, jangan mencoba untuk mempelajari seluruh alfabet sekaligus dalam satu waktu. Jika kita pelajari tiga huruf per hari dan berlatih selama satu jam setiap malam, maka hanya butuh waktu kurang dari dua minggu untuk menguasai secara keseluruhan. 

Cobalah untuk menulis setiap huruf dalam berbagai bentuk (awalan, tengah, akhiran), lalu ucapkan sekeras mungkin ketika menuliskannya. Setelah mempelajari beberapa huruf, praktikkan menuliskannya huruf-huruf itu dalam kosa kata yang terdiri dari tiga huruf, untuk membiasakannya dalam penulisan kata. Sebagai contoh:

alif-ba-ta, ba-ta-tha, ta-tha-jim, tha-jim-ha, a-ta-ba, ta-tha-ja, dll.

Setelah kita dapat melakukan seluruh rangkaian dari memori tersebut, kita akan lebih siap untuk mulai belajar bahasa Arab ke tahap selanjutnya. Latihan ini mungkin akan cukup membosankan, tapi kita tidak akan menyesalinya. Keuntungannya adalah bahwa hal itu mengajarkan kita huruf-huruf dalam semua bentuknya, serta huruf-huruf yang tidak dapat digabungkan dengan huruf berikutnya. Hal ini juga akan sangat membantu ketika suatu saat ini ada kebutuhan dalam menggunakan kamus bahasa Arab. 

Belajar dari Rumah

Tempat terbaik untuk belajar bahasa tidak bisa ditentukan, dikarenakan perlunya mempertimbangkan banyak faktor: motivasi, biaya, waktu, ketersediaan kursus yang sesuai, gangguan domestik, dll. Jika kita ingin belajar dari rumah, biasanya juga terdapat layanan self-tuition course, atau diktat untuk dipelajari sendiri untuk berbagai tahapan pembelajar. 

Kita dapat memulai belajar bahasa Arab tanpa harus mengeluarkan uang. Ada banyak video di Youtube yang memberikan banyak pembelajaran gratis, dengan variasi dan kualitas konten yang berbeda-beda. Banyaknya sumber ini pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajar. 

Terdapat pula berbagai referensi untuk belajar bahasa Arab dalam bentuk buku dan audio dengan tawaran metode yang berbeda-beda. Salah satu masalah yang kerap ditemui adalah bagaimana cara merangkul esensi tata bahasa tanpa harus merusak motivasi belajar siswa. Seringkali, pembelajaran tata bahasa Arab disajikan dengan sangat membosankan dan rumit. Banyak tempat kursus yang menawarkan metode cepat dan mudah, padahal dalam belajar bahasa tidak pernah ada yang cepat dan akan selalu mebutuhkan usaha.  

Penting bagi kita untuk mengecek terlebih dahulu buku atau sumber bahan ajar yang hendak dibeli, apakah metodenya untuk dipelajari sendiri atau membutuhkan seorang guru. 

Kursus Gratis di Internet

Terdapat beberapa kursus berkualitas tinggi yang tersedia daring secara gratis. Modern Written Arabic adalah salah satu kursus terbaik yang dikembangkan oleh The American Foreign Service Institute. Kursus ini memiliki tiga level: beginners, intermediate dan advanced. Media ini aslinya ditujukan sebagai media pembelajaran bahasa untuk para diplomat, sehingga bahasa yang dipelajari adalah bahasa yang formal dan mempelajari banyak kosa kata yang berkaitan dengan politik internasional. Kursus ini sebenarnya sudah disusun sejak lama sekali (yang pada akhirnya mengapa kita dapat mengaksesnya hari ini secara gratis) dan memiliki banyak konten yang sudah jadul - seperti masih adanya materi tentang Presiden Nixon dan Soviet Union, salah satunya.

Untuk alternatif yang lebih kekinian, kita bisa menggunakan laman web/aplikasi ponsel seperti Duolingo yang biasanya menawarkan beberapa sesi gratis untuk pemula. 

Belajar Bahasa Arab dalam Kelas

Cara termudah untuk orang Indonesia belajar bahasa Arab adalah di pesantren. Ada banyak pesantren yang secara khusus menyusun kurikulum pembelajarannya dengan bahasa Arab, dengan tujuan santri-santrinya bisa menguasai bahasa Arab seselesainya dari pesantren tersebut. Akan tetapi pesantren ini terbatas pada usia, karena umumnya hanya menyasar anak-anak usia sekolah yang juga diharuskan tinggal di asrama. Sehingga tidak cocok untuk pebelajar dewasa yang ingin secara khusus hanya mempelajari bahasa Arab tanpa ada pelajarn-pelajarn sampingan lain sebagaimana halnya kurikulum dalam pesantren.

Terdapat banyak universitas di luar Timur Tengah yang menawarkan program perkuliahan dan kursus penuh waktu belajar Bahasa Arab, dari level pemula. Di beberapa tempat, biasanya mereka memiliki program satu tahun di kampus Arab. Penekanannya adalah pada bahasa Arab klasik dan poin-poin materi tata bahasa (yang dalam praktiknya cenderung diabaikan dalam percakapan sehari-hari). Selain bahasa, studi sastra dan sejarah Arab biasanya disertakan.

Kritikan yang paling sering muncul mengenai kursus dan perkuliahan yang ada adalah biasanya mereka memiliki porsi yang sangat kecil dalam mencapai kemahiran dalam berbicara. Jika studi penuh waktu bukan opsi yang sesuai, alternatif selanjutnya adalah kelas paruh waktu yang biasanya dilaksanakan sore atau malam hari. Kelas ini dapat mengenalkan bahasa Arab secara santai, namun jangan berkekspektasi untuk mempelajari banyak hal dalam waktu cepat.

Bagi siapapun yang ingin mencapai sebuah standar bahasa tutur Arab yang rasional, opsi terbaiknya adalah dengan belajar langsung di Timur Tengah, di lembaga-lembaga bahasa yang banyak tersebar. Ketika kita memilih salah satu lembaga bahasa, perlu kita pastikan jenis bahasa Arab yang diajarkan, apakah sesuai dengan kebutuhan kita atau tidak, apakah MSA atau Arab 'Ammiyyah, atau mungkin keduanya.



  

Komentar