Ada cerita apa dua minggu di Pare?

Suatu pagi, anak-anak di penginapan tidak bisa mandi karena air tidak mengalir. Kebetulan saya adalah satu-satunya yang sudah mandi pagi itu. Kira-kira ada tiga puluh orang penghuni penginapan itu yang hari itu berangkat ke kelas tanpa mandi pagi. Usut punya usut, ternyata air mati bukan karena ada pemutusan aliran oleh pemerintah, tapi karena colokan jetpump-nya saya cabut dan saya ganti untuk nyolok dispenser. Saya gak tahu kalau colokan itu adalah colokan jetpump air satu penginapan. Bagian terparahnya adalah ada salah satu anak yang lagi buang air dan tiba-tiba airnya mati sebelum WC-nya di-flush. Anak-anak heboh sampai Pak Tara, rekan saya, harus ngakutin air pake ember dari kolam renang. Itulah salah satu dosa saya ketika jadi pembimbing anak-anak selama di Pare beberapa waktu lalu.    Pada 20 Mei lalu, saya membersamai anak-anak SMP tempat saya mengajar dalam sebuah program intensif bahasa Inggris di Pare, Kediri, selama dua pekan. Dua minggu tersebut punya banyak cerita dan &qu

Etika Hubungan Masyarakat


Semua praktik hubungan masyarakat adalah tentang mendapatkan kredibilitas. Kredibilitas ini bermula dengan menyampaikan kebenaran. Karenanya, Humas harus berdasar pada tindakan yang benar dan mengikuti etika.
Etika merujuk pada nilai-nilai yang membimbing seseorang, organisasi, atau masyarakat, membantu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, adil dan tidak adil, jujur dan tidak jujur. Nilai-nilai etika inilah yang bisa dijadikan standar yang harus kita ikuti sebagai prkatisi Humas dalam membangun hubungan satu sama lain. 

Pendekatan Klasik dalam Etika 
  • Utilitarianism: Mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar dibanding kepentingan individu.
  • The Golden Mean of Moral Virtue: mencari titik tengah antara dua sudut pandang yang ekstrem. 
  • The Categorical Imperative: tindakan berdasarkan pepatah yang menjadi hukum universal.
  • Principle of Utility: Mencari kebahagiaan terbesar untuk jumlah orang yang banyak.
  • Judeo-Christian Ethic: Mencintai tetanggamu sebagaimana kamu mencintai diri sendiri.

Pengambilan keputusan etika didasarkan pada pilihan moral, norma masyarakat, prinsip legal, nilai organisasi, dan nilai professional. 
Dalam kondisi perusahaan yang mengalami kehancuran, tersangkut skandal, atau CEO yang mengundurkan diri, kepercayaan diri perusahaan dalam menjalankan bisnisnya akan menurun drastis.  Untuk menyangkal opini pubik yang negatif akibat hal-hal tersebut, banyak perusahaan memilih jalur transparansi dalam melakukan aktivitasnya. 

Kode Etik Perusahaan
Biasanya secara formal, perusahaan punya pernyataan resmi mengenai nilai-nilai dan praktis bisnis yang dijalani suatu perusahaan. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri publik, meningkatkan operasional internal, dan merespon terhadap kemungkinan pelanggaran yang dilakukan.

Etika Humas
Kode etik Humas secara spesifik memiliki enam nilai inti:
  • Advokasi
  • Kejujuran
  • Keahlian
  • Loyalitas
  • Keadlilan
  • Independensi


Komentar