Perbincangan Culture Shock di Amerika

  Beberapa minggu lalu, saya ketemu Pak Marpu di pesantrennya. Pak Marpu adalah guru pertama yang ngajarin saya Fikih sewaktu kelas satu MTs dulu. Salah satu yang kita obrolin waktu ketemu itu adalah soal bagaimana saya melihat sekaligus menyikapi Amerika yang dulu saya ekspektasikan, dengan Amerika yang saat ini saya alami. Tentu saja ada gap di antara keduanya, sesiap apapun mental dan fisik kita menghadapi kehidupan Amerika yang sudah sedikit banyak bisa diketahui dari media. Saya kaget bahwa di DC orang bisa ngeganja dengan bebas. Orang ngelinting di bis, di kereta, atau di taman adalah hal yang sering saya temui. Di New York, perempuan bisa bebas bertelanjang dada, juga berjemur di rerumputan Central Park hanya dengan  two piece  layaknya di pantai. Sajian  wine  di acara resmi, orang ke klub seks, orang tidak beragama, orang menikah sesama jenis, adalah list  culture shock  yang sebenarnya tidak perlu dikagetkan lagi kalo bicara Amerika, toh hal-hal itu sudah banyak ternarasikan

Course Note: Manajemen Hubungan Masyarakat


Chief Executive Officer (CEO) adalah manajer puncak suatu perusahaan yang bertanggung jawab untuk menetapkan strategi dan membuat kebijakan. Dalam kerjanya, CEO berperan sebagai kepala juru bicara, penguat perusahaan, dan pembela reputasi. Dari segi konteks, pekerjaan-pekerjaan tersebut mirip-mirip dengan pekerjaan Humas profesional. 
Seperti halnya manajemen, Humas menuntut strategi yang jelas dengan tujuan yang di bawahnya terdapat taktik-taktit. Setiap taktik harus mencakup budget, jangka waktu, dan sumber daya. 
Manajer menuntut adanya program terbaik dari Humas yang terukur dalam rangka mencapai kunci suatu hubungan. Relevansi Humas diukur oleh kontribusi yang diberikan dalam proses manajemen. 

The Boundary Role
Merujuk pada Grunig dan Hun, manajer Humas mengisi batas peran tertentu dalam perusahaan. Fungsinya dalam perusahaan adalah sebagai komunikator dan penghubung (liaison) antara publik internal dan eksternal. 
Sebagai seorang interpreter, seorang direktur Humas harus memberikan laporan kepada CEO. Agar dapat penilaian yang berharga dari manajemen, Humas harus melapor dengan karakter yang independen, kredibel, dan objektif. 

Konseptualisasi Rencana Humas
Strategi perencanaa untuk Humas adalah satu bagian esensial dari manajemen. Humas sering kali dipandang sebagai aktivitas "seat-of-the-pants" yang dinilai mustahil untuk direncanakan atau diukur. Padahal dengan  perencanaan yang matang, praktisi Humas dapat membela dan menjelaskan setiap tindakan yang dilakukan. 
Dalam prosesnya, manajemen Humas memiliki empat proses tahapan, yaitu:

  • Research, yaitu mendefinisikan permasalahan atau peluang kesempatan.
  • Action, membuat program perencanaan.
  • Communication, mengimplementasikan rencana yang sudah dibuat.
  • Evaluation. 
Tahapan Pembuatan Rencana Humas
Dalam membuat rencana program Humas, biasanya terdapat komponen-komponen sebagai berikut:
  • Executive Summary: berupa gambaran tentang rencana.
  • Communication process: bagaimana ini bekerja.
  • Background: visi, misi, nilai, acara yang dibutuhkan dalam rencana.
  • Situational Analysis: isu dan fakta utama.
  • Message Statement: merencanakan gagasan utama dan tema yang hendak diangkat.
  • Audiences: membuat daftar jika dibutuhkan.
  • Key audience messages: 1-2 kalimat yang bisa dipahami oleh setiap audien kunci.
  • Implementation: isu, audiens, pesan, media, waktu, biaya, ekspektasi outcome yang dihasilkan.
  • Budget: rancangan anggaran secara keseluruhan.
  • Monitoring and evaluation.
Dalam lembar yang lebih sederhana, rencana Humas cukup terdiri dari lima hal: 
  1. Analisis Situasi (SWOT Analysis)
  2. Tujuan Bisnis
  3. Tujuan Humas
  4. Strategi (untuk mencapai tujuan)
  5. Taktik Program Humas
Aktivasi kampanye Humas
Setelah rencana dibuat, kini saatnya menerjemahkan rencana tersebut ke dalam aksi. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
  1. Memaparkan titik tolak permasalahan dan tujuan pemecahan.
  2. Menyiapkan proposal (kerangka strategi, pesan kunci, tim poyek, waktu, biaya, riset, metode).
  3. Implementasi rencana (operasional taktik, carta waktu, aktivitas, orang, garis batas)
  4. Evaluasi kampanye.
Implementasi Program Humas
Praktisi Humas dapat melaksanakan programnya kepada bidang-bidang berikut:
  • Relasi dengan media
  • Jaringan sosial pemasaran
  • Komunikasi internal
  • Relasi pemerintahan dan kebijakan publik
  • Relasi komunitas
  • Hubungan dengan investor
  • Hubungan konsumen
  • Riset Humas
  • Penulisan Humas (Press release)
  • Pengiklanan lembaga
  • Manajemen website
  • Filantropi
  • Acara khusus
  • Konseling manajemen
Manajemen Reputasi
Manajemen Reputasi berarti mengelola semua aspek yang berkaitan dengan reputasi suatu perusahaan atau organisasi, terdiri dari Brand, Position, Goodwill, dan Image. Kelebihan dari perusahaan yang memiliki reputasi bagus adalah bisa memasang harga premium, menikmati akses terbaik ke daam pasar, produk, dan kapital baru, mendapatkan profit berdasarkan endorsement mulutu ke mulut, dan memiliki idenditas yang tak terduakan. 

Komentar