Perbincangan Culture Shock di Amerika

  Beberapa minggu lalu, saya ketemu Pak Marpu di pesantrennya. Pak Marpu adalah guru pertama yang ngajarin saya Fikih sewaktu kelas satu MTs dulu. Salah satu yang kita obrolin waktu ketemu itu adalah soal bagaimana saya melihat sekaligus menyikapi Amerika yang dulu saya ekspektasikan, dengan Amerika yang saat ini saya alami. Tentu saja ada gap di antara keduanya, sesiap apapun mental dan fisik kita menghadapi kehidupan Amerika yang sudah sedikit banyak bisa diketahui dari media. Saya kaget bahwa di DC orang bisa ngeganja dengan bebas. Orang ngelinting di bis, di kereta, atau di taman adalah hal yang sering saya temui. Di New York, perempuan bisa bebas bertelanjang dada, juga berjemur di rerumputan Central Park hanya dengan  two piece  layaknya di pantai. Sajian  wine  di acara resmi, orang ke klub seks, orang tidak beragama, orang menikah sesama jenis, adalah list  culture shock  yang sebenarnya tidak perlu dikagetkan lagi kalo bicara Amerika, toh hal-hal itu sudah banyak ternarasikan

Sejenak Segarkan Pikiran di Lembur Kahuripan


Di tengah padatnya aktivitas perkotaan, tuntutan dunia kerja, dan berbagai macam rutinitas lainnya, pikiran pada suatu waktu akan mengalami titik jenuh dan merasakan kepenatan dalam rutinitas sehari-hari. Menanggapi hal tersebut, sebuah tempat nan sejuk dan asri di sebelah selatan kota Purwakarta menawarkan diri untuk mengobati kepenatan itu melalui pesona diri dan kekayaan budaya yang dimilikinya. Sebut saja tempat itu bernama Lembur Kahuripan. 

Lembur Kahuripan merupakan ujung bagian selatan Kabupaten Purwakarta, yang berada di bawah kaki gunung burangrang, yang juga berbatasan langsung dengan kabupaten Bandung Barat. Lembur Kahuripan terdiri dari dua buah desa, yaitu desa Pasanggrahan dan desa Cihanjawar. Meskipun berjarak kurang lebih 30 km ke sebelah selatan dari pusat kota Purwakarta, Lembur Kahuripan tetap menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Dengan sejuta pesona yang dimilikinya, mulai dari kekayaan alam sampai dengan kekayaan budaya, akan membuat siapapun merasa betah tinggal di tempat tersebut. Maka, tak heran jika tempat ini menjadi salah satu tempat yang masuk dalam daftar tempat favorit trip observation bagi sekolah-sekolah, baik sekolah di lingkungan Kabupaten Purwakarta, maupun sekolah dari luar daerah.

Lembur Kahuripan merupakan daerah  ekowisata, di mana pengunjung bisa menikmati langsung suasana pedesaan yang masih sangat asri, menikmati sensasi tinggal di rumah panggung, memasak menggunakan tungku, menyaksikan langsung rutinitas masyarakat sekitar di kebun dan persawahan, wisata sejarah, serta mengenali secara lebih dekat kehidupan masyarakat, karena pengunjung akan tinggal berbaur di rumah warga (home stay). 

Wisata sejarah yang dimiliki berupa sumber mata air ‘Pamandian Kuda’ yang mengaliri PDAM menuju daerah perkotaan sekitar Purwakarta, Karawang dan Bekasi, komplek makam keramat panembahan eyang pandita, eyang alesih dan eyang bongkok, dan tugu pejuang ’45. 

Biasanya, persawahan yang ada di kawasan ini digunakan oleh para siswa sekolah yang berkunjung untuk praktek bercocok tanam padi, wortel, brokoli, kacang-kacangan, jagung, dan palawija lainnya.  Lembur Kahuripan juga menjadi satu-satunya jalur yang biasa digunakan para pendaki gunung yang hendak sintas ke puncak gunung burangrang (lawang angin), yang kemudian perjalanan bisa diteruskan menuju daerah Situ Lembang, Bandung. 

Jika anda ingin berkemah bersama keluarga atau kerabat di Lembur Kahuripan tak perlu khawatir, karena Lembur Kahuripan juga memiliki Bumi Perkemahan “Negla” yang berada di puncak perbukitan, sehingga pemandangan lepas bisa dinikmati, terlebih ketika matahari terbit. Apabila menginap di rumah panggung adalah pilihan anda, tak perlu sungkan-sungkan untuk tinggal untuk beberapa waktu di rumah warga, yang infrastrukturnya telah ditata sedemikian rupa oleh tangan pemerintah kabupaten purwakarta.

Masalah biaya, lagi-lagi tak perlu khawatir, karena semuanya bisa dibayar sukarela tanpa tarif yang biasa kita temukan di hotel-hotel, tempat wisata, atau wisata lainnya. Istilahnya, cukup dengan membayar biaya ‘karumasaan’. Jadi, masihkah anda bingung harus dengan apa mengisi liburan kerja anda? Datanglah ke Lembur Kahuripan, karena tempat ini akan selalu setia menanti anda.  


Komentar