Ada cerita apa dua minggu di Pare?

Suatu pagi, anak-anak di penginapan tidak bisa mandi karena air tidak mengalir. Kebetulan saya adalah satu-satunya yang sudah mandi pagi itu. Kira-kira ada tiga puluh orang penghuni penginapan itu yang hari itu berangkat ke kelas tanpa mandi pagi. Usut punya usut, ternyata air mati bukan karena ada pemutusan aliran oleh pemerintah, tapi karena colokan jetpump-nya saya cabut dan saya ganti untuk nyolok dispenser. Saya gak tahu kalau colokan itu adalah colokan jetpump air satu penginapan. Bagian terparahnya adalah ada salah satu anak yang lagi buang air dan tiba-tiba airnya mati sebelum WC-nya di-flush. Anak-anak heboh sampai Pak Tara, rekan saya, harus ngakutin air pake ember dari kolam renang. Itulah salah satu dosa saya ketika jadi pembimbing anak-anak selama di Pare beberapa waktu lalu.    Pada 20 Mei lalu, saya membersamai anak-anak SMP tempat saya mengajar dalam sebuah program intensif bahasa Inggris di Pare, Kediri, selama dua pekan. Dua minggu tersebut punya banyak cerita dan &qu

Atomic Habits: Panduan Asik Membangun Kebiasaan Baik


Mungkin kita pernah mendengar nasihat, jika kita ingin melakukan perubahan besar harus dimulai dengan berpikir besar dan mengambil tindakan-tindakan besar dan siginifikan. Hal itu ada benarnya, tapi banyak juga kelirunya. James Clear melalui buku fenomenalnya, Atomic Habits, justru punya gagasan bahwa perubahan besar dalam hidup kita merupakan akumulasi dari hal-hal kecil, keputusan-keputusan kecil, yang kita lakukan sehari-hari (Compound Effect). Misalnya kebiasaan berangkat kerja 5 menit lebih awal, push up 5x sebelum tidur, dan lain-lain. Sebagaimana judul dari buku tersebut, Atom bermakna satuan terkecil dalam makhluk hidup, dipadupadankan dengan kata Habits yang berarti kebiasaan, James Clear ingin mengajak kita bahwa perubahan besar dalam hidup kita justru harus dimulai dari hal terkecil yang biasa kita lakukan dalam perilaku kita sehari-hari. Perubahan ini bisa jadi manifestasi dari gaya hidup (lifestyle), perilaku (behaviour), yang pada akhirnya menjadi identitas (identity).

Buku Atomic Habits adalah panduan yang sangat praktis dan implemetatif untuk membangun kebiasaan baik dan menghentikan kebiasaan buruk dalam diri kita. Setidaknya ada empat hal yang saya rangkum mengenai isi buku ini:

  • Aturan 1%

"The power of compounding habits are the compound interest of self-improvement."
Menurut Clear, “Suatu perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat membuat anda tiba di sasaran yang sangat berbeda. Membuat pilihan yang 1% lebih baik atau 1% lebih buruk terkesan tak bermakna pada suatu saat, tapi dalam rentang waktu panjang pilihan-pilihan tersebut menentukan perbedaan antara siapa anda sekarang dan siapa anda nanti. Sukses adalah produk kebiasaan sehari-hari – bukan transformasi yang hanya sekali seumur hidup” – halaman 21.
Untuk menuju perubahan besar, kita bisa sederhanakan segala sesuatu, sesederhana membuat target harus lebih baik 1% setiap harinya. Jika kita ingin punya kebiasaan membaca buku setiap hari, maka jangan memulainya dengan memaksakan baca buku setebal 300 halaman harus selesai dalam seminggu, tapi sederhanakan saja menjadi dua lembar sebelum tidur dan lakukan secara konsisten. Alih-alih membuat target besar yang belum tertentu tercapai, justru kita akan fokus pada budaya membangun kebiasaan baru untuk jangka yang panjang.

  • Abaikan tujuan, fokuslah pada sistem

Tujuan dalam pola perubahan perilaku merupakan satu masalah yang menurut Clear harus dihilangkan. Alasannya: 

1) Pemenang dan urutan terakhir dalam kompetisi punya tujuan yang sama. Semua kanditat dalam seleksi lowongan kerja punya tujuan yang sama. Seseorang bisa tiba-tiba rajin demi menjadi juara, tapi jika tujuan juara-nya tidak tercapai, akan muncul potensi kebiasaan baiknya akan hilang. Maka yang mesti dilakukan seorang atlet bukan berlatih untuk memenangkan lomba, tapi berlatih untuk membangun identtas sebagai seorang atlet yang profesional dalam banyak aspek, pro sejak kebiasaan terkecilnya. Sehingga kalaupun suatu waktu ada perlombaan, gelar juara/skor akan bekerja dengan sendirinya.

2) Mencapai tujuan hanyalah perubahan yang sementara.

3) Tujuan membatasi kebahagiaan. Kita secara tidak langsung menyandarkan kebahagiaan kita pada syarat-syarat. "Saya akan bahagia jika juara kelas.", "Saya akan bahagia jika dapat skor tinggi." Bagaimana jika tujuan jadi juara tidak tercapai? Bagaimana jika skor kita di sebuah lomba justru paling terakhir?

4) Tujuan adalah hambatan dalam rencana perubahan jangka panjang. 

  • Bangun identitas, bukan hasil

Ada tiga lapisan perubahan perilaku: hasil - proses - identitas. Seringkali kita memulai perubahan berdasarkan motivasi hasil. Kita melihat hasil sebagai tujuan utama. Tubuh yang six pack, gaji yang besar, mobil terbaru, dll. Dari motif hasil itu akan muncul proses perubahan, akhirnya terbentuk identitas. Seharusnya, kita memulainya dari identitas terlebih dahulu. Kita ingin dikenal sebagai seseorang yang seperti apa? Misalnya yang pola hidupnya sehat, yang wawasannya luas, yang konsisten dan bertanggung jawab dalam pekerjaan, dll.

  • Empat Kaidah Perubahan Perilaku 

Proses membangun kebiasaan dibagi menjadi empat langkah sederhana yaitu mendapatkan petunjuk (cue), menumbuhkan gairah (craving), menanggapi (response), dan menikmati hasil (reward). Keempat langkah tersebut diubah menjadi kerangka praktis yang disebut Empat Kaidah Perubahan Perilaku. Kita bisa menciptakan kebiasaan-kebiasaan baik dengan menjadikannya terlihat/jelas, menjadikannya menarik, menjadikannya mudah, dan menjadikannya memuaskan. Kebalikannya, kita dapat menghentikan kebiasaan buruk dengan menjadikannya tidak terlihat, tidak menarik, sulit, dan mengecewakan.

Sebagai contoh, ketika hendak membangun kebiasaan membaca buku, pastikan buku yang ingin dibaca disimpan di tempat yang mudah terlihat oleh diri kita. Dengan mendapatkan petunjuk berupa buku yang terlihat, maka tanggapan-tanggapan kita terhadap petunjuk-petunjuk itu telah terpatri begitu dalam sehingga dorongan untuk beraksi seolah-olah datang entah dari mana.

Untuk menjadikan sebuah kebiasaan menjadi menarik, kita bisa menjadikannya dengan lebih fokus pada manfaat ketimbang kerugian. Misalnya bukan dengan mengatakan, "Aku harus membaca buku pagi ini!", tapi diganti dengan, "Saatnya menambah wawasan dan mengisi waktu dengan hal bermanfaat!"

Hal menarik dari buku ini adalah adanya cerita/kisah nyata di setiap gagsan yang disampaikan, sebagai pendukung teori dan bagaimana teori itu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap bab diawali dengan cerita-cerita inspiratif para peraih medali emas Olimpiade, CEO terkemuka, dan ilmuwan-ilmuwan yang telah menggunakan sains tentang kebiasaan-kebiasaan kecil untuk tetap produktif, termotivasi, dan bahagia. Pemaparan seperti ini tentu saja memudahkan pembaca dalam memahami maksud penulis dalam teori yang sedang dibahasnya. 

Hal lain yang membuat buku ini menyenangkan untuk dibaca adalah kualitas penerjemahannya yang patut diacungi jempol. Ada kalanya, buku terjemahan punya rasa yang bisa dipahami tapi tidak renyah untuk dinikmati. Buku ini adalah salah satu contoh bagaimana sebuah buku terjemahan bisa dipahamid an dinikmati di waktu bersamaan. Meskipun harus diakui ada beberapa kesalahan ejaan penulisan (typo), akan tetapi hal tersebut tidaklah termasuk kesalahan fatal yang masih dalam batas bisa dimaklumi.

Hal lain sebagai kelebihan dari buku ini adalah ketersediaan ekosistem yang mendukung pembaca untuk melakukan perubahan, atau menerapkan teori-teori dalam buku ini, dengan adanya website khusus yang menunjang. Melalui websitenya, James Clear menyediakan berbagai macam instrument yang dapat membantu pembaca untuk melakukan perubahan-perubahan kecil yang diajarkannya. Hal ini semacam program services after purchase yang menarik dan juga penting bagi pembaca. 

Sebagaimana kata James Clear, perubahan kebiasaan itu bukan soal seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa otomatis punya kebiasaan tertentu, tapi soal intensitas hal-hal kecil dilakukan oleh diri kita. Maka, mari kita mulai benahi diri kita dari hal-hal terkecil, dan sama-sama berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik meski hanya 1% setiap harinya.

15 Mei 2022.

Komentar