Khutbah Jumat - Seni Merayu Allah Swt.

Khutbah Pertama الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الْمَحَبَّةَ أَعْلَى مَقَامَاتِ الْعِبَادَةِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah, Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan kita, memberi kita hidup, memberi kita iman, dan memberi kita kesempatan untuk mendekat kepada-Nya. Salawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarganya, para sahabatnya, serta kepada kita semua yang berusaha mengikuti jejak langkah beliau hingga akhir zaman. Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, Dalam perjalanan kita sebagai seorang hamba menuju Allah, seringkali kita terjebak dalam dua cara berpikir yang berbeda dalam beribadah. Ada orang yang beribadah seperti s...

Tiga Kondisi yang Terancam Masuk Neraka dalam Mencari Ilmu

 (Hadis Nomor 3 dalam Kitab Arbain Ilmiyyah)

عن كعب ابن مالك رضي الله عنه قَالَ: 

Dari Ka’ab bun Malik ra. berkata:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: 

Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ طَلَبَ العِلْمَ لِيُجَارِيَ بِهِ العُلَمَاءَ 

Barang siapa mencari ilmu (dengan tujuan) untuk mendebat ulama/orang berilmu

أَوْ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ 

atau untuk membingungkan orang awam

أَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ 

atau untuk menarik perhatian orang-orang (cari perhatian/cari muka/pamer)

أَدْخَلَهُ اللَّهُ النَّارَ

Allah Swt. akan memasukannya ke neraka.

أخرجه الترمذي في كتاب العلم باب فيمن يطلب بعلمه الدنيا

(Hadis ini dikeluarkan oleh Imam Tirmidzi dalam Kitab Ilmu Bab Orang yang Mencari Ilmu Karena Dunia)

Ada tiga kondisi yang digambarkan dalam hadis ini. Pertama, ada kalanya seseorang yang mencari ilmu punya tujuan supaya bisa duduk satu lingkaran dengan orang-orang yang sudah berilmu, atau ahli dalam bidang tertentu, lalu ia berekspektasi bisa mendebat keilmuan yang dimiliki oleh orang-orang yang sudah ahli. Hal ini dilakukan semata-semata supaya dipandang orang lain bahwa ia juga sama hebatnya dengan ahli ilmu yang lain, atau mungkin supaya dipandang mampu mendebat dan mengalahkan tokoh yang selama ini sudah terpandang sebagai ahli dalam bidang tertentu. 

Kedua, ada orang yang mempelajari sesuatu tujuannya supaya kelak ia bisa menyampaikan ilmu itu ke orang-orang dengan tujuan membingungkan orang awam. Ia punya tujuan untuk menyampaikan suatu teori yang justru tidak membuat hidup masyarakat awam menjadi mudah, tapi malah menciptakan kebingungan, seolah-olah hanya dia sendiri yang paham maksudnya.

Ketiga, ada orang yang mempelajari suatu ilmu dengan tujuan ia bisa menyampaikan ilmu itu di depan orang-orang, sehingga menjadi momentum untuk cari panggung, cari perhatian, cari muka, cari gelar, yang secara umum supaya jadi atensi banyak orang.

Ketiga kondisi di atas ternyata punya ancaman tersendiri, sebagaimana disampaikan Rasulullah dalam hadis ini dengan ancaman menjadi penghuni neraka.

Wallahu a'lamu. 

Komentar