Perbincangan Culture Shock di Amerika

  Beberapa minggu lalu, saya ketemu Pak Marpu di pesantrennya. Pak Marpu adalah guru pertama yang ngajarin saya Fikih sewaktu kelas satu MTs dulu. Salah satu yang kita obrolin waktu ketemu itu adalah soal bagaimana saya melihat sekaligus menyikapi Amerika yang dulu saya ekspektasikan, dengan Amerika yang saat ini saya alami. Tentu saja ada gap di antara keduanya, sesiap apapun mental dan fisik kita menghadapi kehidupan Amerika yang sudah sedikit banyak bisa diketahui dari media. Saya kaget bahwa di DC orang bisa ngeganja dengan bebas. Orang ngelinting di bis, di kereta, atau di taman adalah hal yang sering saya temui. Di New York, perempuan bisa bebas bertelanjang dada, juga berjemur di rerumputan Central Park hanya dengan  two piece  layaknya di pantai. Sajian  wine  di acara resmi, orang ke klub seks, orang tidak beragama, orang menikah sesama jenis, adalah list  culture shock  yang sebenarnya tidak perlu dikagetkan lagi kalo bicara Amerika, toh hal-hal itu sudah banyak ternarasikan

Refleksi Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi

Modul 2.1 sudah dikenalkan dan dipelajari sejak awal bulan Agustus 2022. Dimulai dari sesi Pre-test, materi tentang pemenuhan kebutuhan belajar siswa dengan cara diferensiasi, bagaimana memulai metode ini dari diri sendiri, dan lain-lain.

Facts (Peristiwa)

Beberapa hal yang saya ingat di awal pembelajaran Modul 2.1 adalah, Calon Guru Penggerak (CGP) diminta untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran berdiferensiasi, menyaksikan video berjudul “Sekolah Hewan” dan memberikan opini tentang konten tersebut, dan menulis serangkaian pertanyaan yang kita miliki terkait materi modul ini.

Sub-bab modul “Memulai dari Diri Sendiri” secara langsung atau tidak telah mengajak kita untuk bisa memosisikan diri dalam proses pembelajaran, dan supaya kita selalu siap menerima wawasan baru dari sumber apapun. 

Kegiatan selanjutnya masuk ke sub-bab “Eksplorasi Konsep”. Pada materi ini, kita diharuskan untuk membaca beberapa sumber referensi dan membuat pertanyaan jika ada bagian yang tidak dimengerti. Materi ini bisa dibilang sebagai dasar untuk mengetahui tentang apa dan bagaimana yang dimaksud dengan Pembelajaran Berdiferensiasi.

Sebagai bagian dari tanggung jawab saya sebagai CGP, saya telah melakukan presentasi dan mengajarkan materi Pembelejaran Berdiferensiasi kepada teman-teman sejawat di sekolah. Alhamdulillah, pihak sekolah sangat mendukung saya untuk melakukan inisiasi ini sehingga wawasan dan ilmu yang saya dapatkan di program CGP ini tidak hanya berhenti di saya, tapi juga bisa dibagikan kepada lebih banyak guru lain yang belum berkesempatan mengikuti program CGP.

Feeling (Perasaan)

Saya merasa antusias dalam mengikuti proses ke proses di Modul 2.1 ini. Karena materi ini merupakan salah satu jawaban agar kita bisa memberikan materi ajar kepada siswa sesuai dengan kebutuhannya.

Findings (Pembelajaran/Temuan)

Ada beberapa temuan pembelajaran yang saya dapatkan dari Modul 2.1, antara lain bahwa Pembelajaran Berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang dibuat oleh guru dengan mempertimbangkan individu murid sebagai orientasi utama. Beberapa aspek dalam pembelajaran perlu dipertimbangkan secara matang, antara lain kesiapan belajar siswa, minat, dan profil siswa.

Pembelajaran Berdiferensiasi memiliki beberapa strategi, antara lain Diferensiasi Konten, DIferensiasi Proses, dan Diferensiasi Produk. Selain strategi, beberapa pendekatan juga perlu dilakukan melalui pendekatan lingkungan yang kondusif, nyaman, dan aman.

Future (Penerapan)

Pembelajaran Diferensiasi memang bisa dinilai sebagai konsep yang bagus untuk diterapkan, namun tak luput dari tantangan dan kendala ketika diterapkan di lapangan. Salah satu sisi yang sulit untuk diterapkan adalah pada bagian penilaian, karena pada dasarnya kita harus melihat siswa secara personal satu per satu. 

Saya menyimpulkan bahwa Pembelajaran Berdiferensiasi adalah modul yang sangat bagus untuk diketahui semua guru. Refleksi ini merupakan salah satu upaya semoga lebih banyak orang yang terjangkau dan punya akses untuk mengetahui modul ini dengan baik, dan diterapkan di ruang kelas secara optimal.


Komentar