Perbincangan Culture Shock di Amerika

  Beberapa minggu lalu, saya ketemu Pak Marpu di pesantrennya. Pak Marpu adalah guru pertama yang ngajarin saya Fikih sewaktu kelas satu MTs dulu. Salah satu yang kita obrolin waktu ketemu itu adalah soal bagaimana saya melihat sekaligus menyikapi Amerika yang dulu saya ekspektasikan, dengan Amerika yang saat ini saya alami. Tentu saja ada gap di antara keduanya, sesiap apapun mental dan fisik kita menghadapi kehidupan Amerika yang sudah sedikit banyak bisa diketahui dari media. Saya kaget bahwa di DC orang bisa ngeganja dengan bebas. Orang ngelinting di bis, di kereta, atau di taman adalah hal yang sering saya temui. Di New York, perempuan bisa bebas bertelanjang dada, juga berjemur di rerumputan Central Park hanya dengan  two piece  layaknya di pantai. Sajian  wine  di acara resmi, orang ke klub seks, orang tidak beragama, orang menikah sesama jenis, adalah list  culture shock  yang sebenarnya tidak perlu dikagetkan lagi kalo bicara Amerika, toh hal-hal itu sudah banyak ternarasikan

Warga Jawa Barat di Kairo Bersilaturahmi dengan Ibu-Ibu Pengusaha IWAPI Bandung

KAIRO, (MGL).- Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Bandung dan Keluarga Paguyuban Masyarakat Jawa Barat (KPMJB) Mesir melakukan silaturahmi di Wisma Nusantara, Rabea Adaweya, Mesir, Jumat (28/03/2014). Hal ini dilakukan dalam rangka kunjungan IWAPI Bandung untuk acara Cairo International Fair (CIF) ke-47 yang dilangsungkan dari tanggal 19-28 Maret 2014 di Cairo International Convention & Exhibition Center, Kairo, Mesir. 

Dalam pertemuan tersebut, Iwan Jenal Aripin selaku Gubernur KPMJB didampingi oleh Wakilnya, Hilmy Mubarok, Sekretaris KPMJB, dan Bagian Keputrian KPMJB. Sedangkan IWAPI sendiri diwakili oleh Haryati selaku Ketua, dan lima orang wanita pengusaha lainnya.

Ketua IWAPI Bandung Haryati mengatakan, pertemuan IWAPI dengan KPMJB bukan hanya sekadar acara silaturahmi, tetapi juga sebagai momen untuk saling berbagi pengalaman. “Kita sharing pengalaman berwirausaha, kalian sharing tentang Mesir” ungkapnya.

Kultur, budaya, bahasa, dan tanah kelahiran yang sama, membuat pertemuan IWAPI Bandung dan KPMJB kental dengan nuansa kekeluargaan, obrolan yang hangat dan tidak terkesan formal. Selain berbagi pengalaman, IWAPI juga memberikan berbagai tips dan trik untuk menjadi pengusaha yang sukses. “Harus ulet, tidak gengsi, yakin, dan barang yang dijual harus punya nilai lebih” ujar Elin, salah seorang pengusaha celana legging asal Bandung.

Dalam kesempatan itu pula, IWAPI dan KPMJB melakukan perbincangan mengenai kerja sama bisnis pemasaran barang-barang lokal untuk dipasarkan di Kairo. Harapannya, IWAPI berharap mampu melahirkan generasi muda yang berjiwa enterpreuneur, berdaya saing, dan mandiri. [] Azuz. 


Komentar