Khutbah Jumat - Dialog Surat Al-Fatihah

Salah satu rukun yang wajib ada dalam tiap rakaat salat adalah bacaan surat Al-Fatihah. Surat ini tidak hanya sebagai bagian dari salat, bahkan disebut sebagai inti dari salat. Setidaknya dalam sehari semalam, seorang muslim bisa dipastikan akan membaca surat ini sebanyak 17 kali dalam salat fardu. Apalagi jika ditambah dengan salat sunah, atau momentum lain di luar salat, tentu intensitasnya akan makin banyak lagi. Namun pertanyaanya, sudah seintens apa pemahaman kita atas bacaan yang setiap hari dirapalkan tersebut? Apakah surat Al-Fatihah ini sudah benar-benar menjadi bagian dari cara kita berkomunikasi dengan Allah dalam setiap salat, atau jangan-jangan surat ini dibaca hanya sebatas pelengkap salat dan formalitas ibadah belaka? Sudah seyogyanya seorang muslim menghayati dan meresapi rahasia agung yang terkandung di dalamnya; sebab ia tengah bermunajat kepada Rabbnya. Dengan demikian, hatinya akan lebih khusyuk, lebih tahu atas apa yang ia ucapkan, dan lebih mungkin untuk bisa memb

Pengalaman Ngurus Visa Pakistan di Mesir



Hello Bhaijan!

Kali ini saya mau berbagi pengalaman mengurus visa Pakistan. Karena saya tinggal di Cairo, jadi saya mengurus visa di Kedutaan Pakistan di Mesir. Meskipun bukan di Indonesia, tapi secara umum jika disandingkan dengan teman-teman yang mengurus visa di Indonesia, prosedurnya nampak sama.

Waktu itu saya mengurus visa sejak tiga minggu sebelum keberangkatan, karena berdasarkan perseluncuran sana-sini di blog orang, katanya visa Pakistan akan turun dalam waktu dua minggu. Saya pun datang ke Konsuler Kedutaan Pakistan di Cairo pada jam 10 pagi untuk melakukan proses pengajuan. Sayangnya waktu itu tidak banyak informasi yang bisa saya gali mengenai kedutaan Pakistan di Cairo, baik dari blog orang Mesir, review google, ataupun sumber lainnya. Hanya ada website resmi kedutaan yang itupun tidak begitu jelas, menurut saya. Saya sengaja datang pagi karena biasanya tiap kedutaan punya jam kerja yang berbeda-beda, tapi pada umumnya pengajuan harus dilakukan pagi hari sebelum istirahat siang. Pelayanan setelah istirahat biasanya khusus untuk pengambilan berkas yang sudah jadi.

Kedutaan Pakistan berada di daerah Giza, bertetangga dengan kedutaan Yaman, Saudi Arabia, dan beberapa negara Eropa. Bangunannya tidak begitu ikonik, ditambah bukan negara sangat terkenal (hehe....), jadinya agak sulit untuk menjangkaunya karena nanya orang di jalan pun tidak semuanya tahu. Bahkan peta di Google Maps pun salah posisi, sekitar 150 meter dari posisi seharusnya. In my honest opinion, kedutaannya nampak seperti bangunan tua yang gak terurus. Seriusan! Masih sangat jauh lebih bagus Kedutaan Indonesia! Di luarnya ada mading dengan poster pariwisata, tapi nampak suram, miring, dan sudah lapuk kena air. Temboknya juga tampil dengan cat yang pudar, bahkan ruang tunggunya juga hanya berukuran 3x3 meteran keknya. Hanya ada satu kipas dinding, dan kalo kita duduk di bangkunya, nampak seperti duduk dalam angkot. Dahap-hadapan. Jarak antaran lutut kita dengan lutut orang lain di seberang hanya sejarak orang dewasa berdiri di tengah-tengah. 

Berdasarkan list persyaratan yang ada di website kedutaan, pemohon harus menyertakan berkas-berkas berikut:

  1. Pas foto ukuran paspor (3x4 cm) dua buah 
  2. Fk Kartu Keluarga
  3. Rekening Koran
  4. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  5. Surat Undangan dari Pakistan Tourism Development Center (PTDC), semacam agen travel yang mewajibkan kita untuk pesan hotel dan akomodasi dari mereka. 
  6. Tiket pesawat PP & reservasi hotel

Tapi karena saya ngurusnya di Mesir alias bukan di negara sendiri, ternyata persyaratannya sangat simpel. Waktu itu saya cuma melampirkan Pas Foto, Fk Paspor Depan, Fk Visa Tinggal di Mesir, Tiket Pesawat PP, dan Surat Undangan acara karena waktu itu dalam rangka menghadiri acara simposium. Simposiumnya cuma empat hari, tapi waktu itu saya rencanakan dua minggu di Pakistan. Kan sekalian jalan-jalan ;)

Tidak banyak pertanyaan atau wawancara sebagaimana yang diceritakan para blogger, saya hanya diminta mengisi dua lembar formulir isian yang sebenarnya hampir sama dengan formulir visa. Hanya seputar identitas pribadi, jenis visa, alasan kunjungan, alamat hotel di Pakistan, nomor penerbangan, dsb. Setelah itu saya pun dikasih kertas berisi nomor rekening kedutaan untuk melakukan pembayaran di bank. Di hari yang sama, saya melakukan pembayaran di Commercial International Bank (CIB). Kalau gak salah, di Indonesia biayanya sekitar 700k-an. Kalau di Mesir biayanya 800 pound, atau setara 645k-an rupiah. Setelah mendapatkan resi, saya pun baik lagi ke kedutaan dan disuruh menuliskan nomor telepon yang bisa dihubungi.
   
Setelah dua minggu berlalu, saya pun kembali datang ke sana untuk memastikan sejauh mana proses visa saya, karena sayangnya mereka belum punya layanan tracking visa online. Dan ternyata waktu itu visanya belum turun. Petugasnya malah bilang, kamu masih terbang seminggu lagi kan, jadi santai aja. Nanti pasti turun sebelum kamu berangkat. Sebenarnya sih gak apa-apa kalau pun belum selesai dua minggu, tapi yang waktu itu dikhawatirkan adalah saya rada deg-degan gak pegang paspor selama dua minggu lebih sedangkan di Cairo waktu itu sedang marak razia visa buat warga asing. Kalau kena ciduq kan lumayan ribet juga~

Tiga hari kemudian saya datang lagi ke sana tapi masih mendapat jawaban yang sama. Saya sempat mendesaknya untuk mempercepat karena saya mau ngajuin visa negara lain agar bisa langsung terbang setelah selesai dari Pakistan (hopeless sih sebenernya karena hampir mustahil ngajuin visa neara lain dalam waktu yang kurang dari seminggu), tapi petugasnya cuma senyam senyum dan nyuruh bersabar. Tingkat kereseannya hampir sebelas dua belas nih sama orang Mesir. Sampai akhirnya saya datang lagi H-3 keberangkatan, dan ternyata berkas saya baru dia kerjain waktu itu! Dia ngeluarin tumpukan berkas di atas mejanya, lalu nyuruh temennya bawa berkas itu ke ruangan lain, lalu kita terus pantau dari ruang tunggu yang sempit itu, dan akhirnya berkasnya kembali dan selesai. Omaygat! Cuma nempelin stiker yang tulisannya pake tulisan tangan aja lama beud! 

Akhirnya visa pun turun dan aku pun senang ;)

28 Februari 2018

Komentar