Mengukur Panas Musim Panas di Amerika

Minggu ini nampaknya menjadi minggu terakhir bagi Washington DC mengalami musim panas. Cuaca panas dan lembab sudah tidak muncul lagi, bahkan minggu ini didominasi mendung dan hujan. Jauh sebelum musim panas tiba, saya selalu menebak-nebak akan sepanas apa musim panas di negeri ini. Akankah sepanas Kairo? Atau seperti Madinah? Atau mungkin sama dengan Jakarta? Saya ingat di suatu musim panas 2018 lalu, cuaca waktu itu sedang 42-44 derajat celcius di Kairo. Saat itu saya sedang menjalani ujian semester dua dari jam 10 pagi sampai 12 siang, bertepatan dengan bulan ramadan. Tepat jam 2.15 siang, saya punya jadwal kursus bahasa Inggris yang tempatnya butuh waktu 1,5 jam perjalanan dengan kendaraan umum dari kampus Al-Azhar di Darrasah, menuju tempat kursus di Tagammu Khamis. Dengan tenaga tengah hari sisa-sisa ujian Azhar, bersama cuaca yang demikian panasnya, plus sedang puasa, saya berangkat ke tempat kursus dengan pertanyaan yang berulang-ulang, "batalin gak, ya? Kuat gak, ya?"

36 Pertanyaan yang Bisa Bikin Jatuh Cinta

Hasil gambar untuk 36 questions to fall in love

Beberapa bulan lalu, teman saya menikah dengan seorang gadis yang ia temui di sebuah situs biro jodoh. Di situs itu, pengguna hanya punya kesempatan untuk melihat profil pasangan, dan hanya punya 10 kesempatan untuk bertanya. Dalam jumlah yang terbatas itu, pengguna pasti harus mikir mutar otak agar 10 pertanyaanya tidak jadi pertanyaan sia-sia. Apalagi dalam kasusnya teman saya ini, koneksi internet sedang tidak stabil, jadi sekali tekan enter, pertanyaan yang sama malah terkirim dua kali, dan itu terulang dua kali. Artinya dia hanya punya enam kesempatan untuk bertanya. Kasian ya. Karena dia tukang stalking, mungkin di enam kesempatan yang tersisa, yang ia tanyakan adalah nomor whatsapp, akun instagram, alamat rumah, dan akun bigolive.

Dalam sebuah esai yang ditulis Mandi Len Catron tentang hubungan psikologi orang asing (tidak saling kenal), ia mengatakan, "To fall in love with anyone, do this.". Ia merujuk pada The New York Times yang merilis 36 pertanyaan yang berdasarkan studi dapat mengantarkan orang dari saling tidak kenal menjadi saling jatuh cinta.

Pertanyaan ini terbagi menjadi beberapa set, yang setiap setnya saling berkaitan secara emosional dengan set sebelumnya. Kamu boleh mencoba ajukan pertanyaan-pertanyaan ini ke orang asing yang kamu temui, ke teman yang ingin kamu kenali lebih jauh, ke sahabat, atau tak ada salahnya ke pasanganmu yang sudah kamu nikahi sejak lama. Yang sudah nikah tidak menjamin benar-benar kenal secara mendalam kan?

Cara mainnya sederhana. Kamu dan partner bicaramu hanya perlu mengobrol seterbuka mungkin berdasarkan pertanyaan yang ada. Seperti ritual orang Jepang, cobalah berbincang secara intim sambil minum teh, karena teh akan mengantarkanmu pada keromantisan yang hakiki. Selamat mencoba.

Set I 

1. Jika ada pilihan untuk memilih siapapun di dunia ini, siapa yang ingin kamu undang sebagai teman dinner?

2. Adakah keinginan untuk jadi terkenal? Dengan cara apa?

3. Sebelum menelepon orang, apakah kamu suka menyusun kata-kata terlebih dahulu? Kenapa?

4. Apa pengertian "hari yang sempurna" untukmu?

5. Kapan terakhir kali kamu bernyanyi untuk diri sendiri? Atau untuk orang lain?

6. Jika kamu mampu hidup normal sampai usia 90 tahun, atau hidup hanya 60 tahun tapi dalam kondisi fisik tetap berusia 30 tahun, mana yang akan kamu pilih?

7. Apakah kamu punya firasat bagaimana kamu akan mati?

8. Sebutkan tiga hal yang nampak sama antara kamu dan lawan bicaramu.

9. Dalam hidupmu, apa hal yang paling disyukuri?

10. Jika kamu mampu mengubah apapun dalam cara kamu dibesarkan, apa yang akan kamu ubah?

11. Ambil empat menit dan ceritakan ke lawan bicaramu tentang cerita hidupmu sedetail mungkin.

12. Jika kamu bangun esok hari dalam kondisi punya kemampuan super, kemampuan apa yang ingin kamu miliki?


Set II

13. Jika ada sebuah bola kristal yang bisa ngasih tahu kebenaran tentang dirimu, hidupmu, masa depanmu, atau apapun, apa yang ingin kamu ketahui?

14. Adakah suatu hal yang telah diimpikan sejak lama dan belum tercapai? Kenapa belum tercapai?

15. Apa pencapaian terbesar dalam hidupmu?

16. Apa nilai terbesar bagimu dari sebuah persahabatan?

17. Apa ingatan paling berharga yang kamu miliki?

18. Apa ingatan paling mengerikan yang kamu miliki?

19. Jika kamu tahu bahwa dalam satu tahun kamu akan mati tiba-tiba, akankah kamu mengubah apapun tentang caramu menjalani hidup hari ini? Kenapa?

20. Apa artinya persahabatan bagimu?

21. Seberapa berperankah cinta dan kasih sayang dalam hidupmu?

22. Ungkapkan sesuatu yang menurutmu karakter positif dari lawan bicaramu. Sebutkan lima hal.

23. Seberapa dekat dan hangat keluargamu? Apakah kamu merasa masa kecilmu adalah masa kecil treindah dibanding masa kecil orang lain?

24. Bagaimana perasaanmu terkait hubunganmu dengan ibumu?


Set III

25. Buatlah tiga pernyataan tentang "kita". Misalnya, "Kita berdua di ruangan ini sama-sama merasa ... "

26. Lengkapi kalimat berikut: "Saya berharap dapat bertemu seseorang yang dengannya saya bisa berbagi ...."

27. Jika kamu mau menjadi teman dekat lawan bicaramu, coba ungkapkan hal apa yang penting untuk ia ketahui tentangmu.

28. Ceritakan ke lawan bicaramu apa yang kamu sukai darinya. Cobalah sejujur mungkin, ungkapkan sesuatu yang mungkin tidak pernah kamu ungkapkan sebelumnya ke orang lain.

29. Ceritakan ke lawan bicaramu momen paling memalukan yang oernah terjadi di hidupmu.

30. Kapan terakhir kali kamu menangis di depan orang lain? Atau menangis sendirian?

31. Ceritakan ke lawan bicaramu hal apa yang baru saja kamu sukai darinya?

32. Apa (jika ada) hal yang terlalu serius untuk dijadikan bahan candaan?

33. Jika kamu mati malam ini dengan tanpa punya kesempatan untuk berkomunikasi dengan orang lain, apa yang akan kamu sesali karena tidak sempat mengungkapkan sesuatu ke orang lain? Kenapa sampai saat ini belum mengungkapkan hal itu?

34. Di rumahmu tersimpan semua barang kesayanganmu, lalu terjadi kebakaran. Setelah menyelamatkan diri, orang tersayang, dan binatang peliharaan (misalnya), apa yang akan kamu selamatkan?

35. Dari semua anggota keluargamu, siapa yang kematiannya akan sangat mengguncangmu? Kenapa?

36. Ceritakan masalah pribadimu dan mintalah saran dari lawan bicaramu tentang bagaimana jika ia ada di posisimu dan bagaimana cara mengatasinya. Mintalah tanggapan lawan bicaramu tentang perasaannya ketika mendengar masalh yang kamu hadapi.

Pada dasarnya, pertanyaa-pertanyaan di atas tidak butuh mikir keras, karena itu semua adalah tentang hidupmu sendiri. Jika kamu kenal betul dengan dirimu sendiri, maka bukan hal yang sulit untuk menjawab semua pertanyaan di atas, dan menjadi terbuka untuk berbagi dengan orang lain.

Beberapa teman pernah bertanya kenapa saya menuliskan hidup saya seolah-olah membiarkan publik masuk ke dalam privasimu sendiri. Jawaban dari pertanyaan itu adalah bahwa pandangan saya soal hidup, saya akan menerima sebanyak mungkin keterbukaan dari orang lain jika saya sendiri membuka diri untuk itu semua.

Selamat bertanya dan selamat jatuh cinta.

14 Juli 2018.

Komentar

Posting Komentar