Seni Menyampaikan Substansi dalam Tulisan

Tesis: Meletakkan Ide ke dalam Kalimat Bagian terpenting dari sebuah argumen adalah substansinya, inti dari argumen, gagasan utama yang hendak dikomunikasikan, atau poin utama yang hendak dibuktikan. Hal ini seringkali disebut juga dengan sebutan Tesis: sebuah pernyataan argumentatif yang disajikan dalam satu kalimat deklaratif. Langkah pertama dalam membuat tulisan persuasif adalah dengan menuliskan satu kalimat utama yang menjadi ruh utama dalam argumen yang dibuat. Sebagai contoh, kalimat tesis yang bisa dibuat adalah: Pendidikan Lingkungan Hidup adalah Pelajaran Ideal untuk Mengenalkan Alam ke Siswa Didik Setelah punya pernyataan yang jelas dan substansial, tulisan argumen pun siap dibangun untuk memperkuat gagasan tersebut. Mode-Mode Penyampaian Sejak zaman Aristoteles, para retorikawan telah mengidentifikasi tiga mode utama penyampaian yang dapat kita gunakan untuk meyakinkan audiens. Aristoteles menyebutnya dengan istilah "bukti seni," karena mode-mode ini membutuhkan

Bahaya Mencari Ilmu Karena Selain Allah Swt.

(Hadis No. 2 dalam Kitab Arbain Ilmiyyah)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ:

Dari Abu Hurairah ra. berkata:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 

Rasulullah saw. bersabda

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ 

Barang siapa mempelajari suatu ilmu dari ilmu-ilmu yang sudah semestinya dipelajari karena Allah Swt. (maksudnya ilmu syariah/agama)

لا يَتَعَلَّمُهُ إِلا لِيُصِيبَ بِهِ 

sedangkan ia mempelajarinya hanya untuk mendapatkan

عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا 

bagian dari (kenikmatan) dunia,

 لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

maka ia takkan mencium aroma surga di hari kiamat.

أخرجه أبو داود في كتاب العلم باب في طلب العلم  لغير الله وابن ماجه في كتاب النبي صلى الله عليه  وسلم بَاب الِانْتِفَاعِ بِالْعِلْمِ وَالْعَمَلِ بِهِ

(Hadis ini dikeluarkan oleh Abu Daud dalam Kitab Ilmu Bab Mencari Ilmu Karena Selain Allah Swt., dan Ibnu Majah dalam Kitab Nabi saw. Bab Memanfaatkan dan Mengamalkan Ilmu).

Hadis ini berkaitan dengan niat dalam belajar/mencari ilmu. Dalam hadis ini, Rasulullah memberi peringatan bahwa jika kita belajar ilmu-ilmu yang seharusnya diniatkan karena Allah Swt., tapi malah diniatkan hanya untuk kesenangan dunia, ancamannya adalah tidak akan mencium aroma surga.

Artinya, boro-boro masuk surga, mencium wanginya saja tidak akan. Sebagaimana dikisahkan di sumber lain, wangi surga bisa tercium dari jarak perjalanan 600 tahun cahaya. Surganya masih jauh di depan, tapi aromanya sudah bisa tercium. Bagi penuntut ilmu agama/syariah yang belajarnya bukan karena Allah Swt., tapi karena supaya dapat penghormatan/jabatan/keuntungan di dunia, ia tidak akan mencium aroma surga itu.

Wallahu a'lamu.

Komentar