Khutbah Jumat - Dialog Surat Al-Fatihah

Salah satu rukun yang wajib ada dalam tiap rakaat salat adalah bacaan surat Al-Fatihah. Surat ini tidak hanya sebagai bagian dari salat, bahkan disebut sebagai inti dari salat. Setidaknya dalam sehari semalam, seorang muslim bisa dipastikan akan membaca surat ini sebanyak 17 kali dalam salat fardu. Apalagi jika ditambah dengan salat sunah, atau momentum lain di luar salat, tentu intensitasnya akan makin banyak lagi. Namun pertanyaanya, sudah seintens apa pemahaman kita atas bacaan yang setiap hari dirapalkan tersebut? Apakah surat Al-Fatihah ini sudah benar-benar menjadi bagian dari cara kita berkomunikasi dengan Allah dalam setiap salat, atau jangan-jangan surat ini dibaca hanya sebatas pelengkap salat dan formalitas ibadah belaka? Sudah seyogyanya seorang muslim menghayati dan meresapi rahasia agung yang terkandung di dalamnya; sebab ia tengah bermunajat kepada Rabbnya. Dengan demikian, hatinya akan lebih khusyuk, lebih tahu atas apa yang ia ucapkan, dan lebih mungkin untuk bisa memb

Bahaya Mencari Ilmu Karena Selain Allah Swt.

(Hadis No. 2 dalam Kitab Arbain Ilmiyyah)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ:

Dari Abu Hurairah ra. berkata:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 

Rasulullah saw. bersabda

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ 

Barang siapa mempelajari suatu ilmu dari ilmu-ilmu yang sudah semestinya dipelajari karena Allah Swt. (maksudnya ilmu syariah/agama)

لا يَتَعَلَّمُهُ إِلا لِيُصِيبَ بِهِ 

sedangkan ia mempelajarinya hanya untuk mendapatkan

عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا 

bagian dari (kenikmatan) dunia,

 لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

maka ia takkan mencium aroma surga di hari kiamat.

أخرجه أبو داود في كتاب العلم باب في طلب العلم  لغير الله وابن ماجه في كتاب النبي صلى الله عليه  وسلم بَاب الِانْتِفَاعِ بِالْعِلْمِ وَالْعَمَلِ بِهِ

(Hadis ini dikeluarkan oleh Abu Daud dalam Kitab Ilmu Bab Mencari Ilmu Karena Selain Allah Swt., dan Ibnu Majah dalam Kitab Nabi saw. Bab Memanfaatkan dan Mengamalkan Ilmu).

Hadis ini berkaitan dengan niat dalam belajar/mencari ilmu. Dalam hadis ini, Rasulullah memberi peringatan bahwa jika kita belajar ilmu-ilmu yang seharusnya diniatkan karena Allah Swt., tapi malah diniatkan hanya untuk kesenangan dunia, ancamannya adalah tidak akan mencium aroma surga.

Artinya, boro-boro masuk surga, mencium wanginya saja tidak akan. Sebagaimana dikisahkan di sumber lain, wangi surga bisa tercium dari jarak perjalanan 600 tahun cahaya. Surganya masih jauh di depan, tapi aromanya sudah bisa tercium. Bagi penuntut ilmu agama/syariah yang belajarnya bukan karena Allah Swt., tapi karena supaya dapat penghormatan/jabatan/keuntungan di dunia, ia tidak akan mencium aroma surga itu.

Wallahu a'lamu.

Komentar