Postingan

Perbincangan Culture Shock di Amerika

  Beberapa minggu lalu, saya ketemu Pak Marpu di pesantrennya. Pak Marpu adalah guru pertama yang ngajarin saya Fikih sewaktu kelas satu MTs dulu. Salah satu yang kita obrolin waktu ketemu itu adalah soal bagaimana saya melihat sekaligus menyikapi Amerika yang dulu saya ekspektasikan, dengan Amerika yang saat ini saya alami. Tentu saja ada gap di antara keduanya, sesiap apapun mental dan fisik kita menghadapi kehidupan Amerika yang sudah sedikit banyak bisa diketahui dari media. Saya kaget bahwa di DC orang bisa ngeganja dengan bebas. Orang ngelinting di bis, di kereta, atau di taman adalah hal yang sering saya temui. Di New York, perempuan bisa bebas bertelanjang dada, juga berjemur di rerumputan Central Park hanya dengan  two piece  layaknya di pantai. Sajian  wine  di acara resmi, orang ke klub seks, orang tidak beragama, orang menikah sesama jenis, adalah list  culture shock  yang sebenarnya tidak perlu dikagetkan lagi kalo bicara Amerika, toh hal-hal itu sudah banyak ternarasikan

Sekelumit Cerita Membesarkan Anak di Amerika

Gadis Kretek: Novel vs Series, Lebih Seru Mana?

Pahami Prinsip Dasar Kepemimpinan Dengan Mudah!

Review Buku Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Masalah Besar

Putri Ariani dan Menciptakan Inklusivitas di Sekitar Kita

Mengukur Panas Musim Panas di Amerika

Tiga Kondisi Penghalang Ketakwaan - Khutbah Jumat

Oleh-Oleh dari Perkampungan West Virginia

Guru Cerdas Finansial: Agar Sejahtera Meski Gaji di bawah Rata-Rata

Menjembatani Hari Ini dan Lima Tahun Lalu

Memahami Kebesaran Allah Swt. - Khutbah Jumat